“Setiap yang punya rasa, pasti punya nyawa”

Filkop

Filosofi Kopi

KOPI. empat kata yang menggambarkan kenikmatan dibalik warnanya yang pekat. KOPI, empat kata yang menggambarkan begitu banyaknya filosofi kehidupan yang kadang dilupakan. Apakah kopi hanya sekedar minuman penghangat badan, pengusir rasa kantuk yang mendera atau sudah merasuk hingga ke hati paling dalam hingga kau tak mampu menjalani seharipun tanpa kopi?

Aaahh, kopi itu cantik, secantik Tarra (Luna Maya) yang rela menggelontorkan dana sebagai investor agar kejayaan Kedai Filosofi Kopi bangkit lagi. Kopi itu pintar, sepintar Brie ( Nadine Candrawinata) yang mengaplikasikan ilmunya pada para petani kopi agar menghasilkan kopi terbaik. Kopi adalah minuman yang tak pernah lekang oleh jaman. Tak pernah goyah walau serbuan minuman datang menggoda.

Kopi selalu meninggalkan rasa tak terduga, seperti tak terduganya perjalanan kedai Filosofi Kopi yang selalu memunculkan 1001 rasa dan gejolak orang-orang di sekitarnya. Ben (Cicho Jeriko) yang kadang emosional, terkesan kasar namun sebenarnya lembut. Jody (Rio Dewanto) yang berwibawa dan bijak, namun terkadang tak mampu mengungkapkan isi hatinya. Kopi selalu mengaduk-aduk perasaan penikmat kopi dan peraciknya, bahkan hingga tetes terakhir. Layaknya sebuah persahabatan yang manis, kopi mampu menyatukan gula dan kopi agar nikmat dan terus melekat.

Filkop2

Kopi dan Sukses

Sukses bukan diukur dari banyaknya materi dan jabatan. Jika hanya itu yang kau cari, apa makna sukses sebenarnya bagi hidupmu? Belajarlah dari kopi, teman. Dia memang hitam namun kopi mampu menenangkanmu dari hiruk pikuknya dunia. Belajarlah dari barista seperti Ben, kau akan belajar bahwa membuat kopi itu seperti meditasi, bukan seperti matematika. Meditasi belajar membuatmu tenang, belajar memahami alur hidup lebih mendalam dan bijak. Kopi bukan matematika karena racikan kopi tidak harus diukur dengan angka dan perkalian. Kopi selalu harum dan nikmat karena meleburnya kelembutan dan perasaan peraciknya.

Sukses adalah wujud kesempurnaan hidup, seperti Ben dan Jody yang terus bergerak mencari jalan kesempurnaan kedai kopi. Bergerak dengan cara dan nafas anak muda, mencari jalan agar kopi bukan hanya sekedar minuman. Namun, kopi tetaplah kopi. Dia tidak akan menyatu dalam denyut nafas bisnis jika kau belum mampu melembutkan hati, memberikan nafas cinta dan kehidupan untuk menjadi lebih baik.

Belajarlah dari Ben dan Jody, bahwasanya jangan sampai bisnis membuat persahabatanmu hancur. Jangan sampai cinta membuatmu jadi manusia ego. Belajarlah tetap rendah hati dan teguh pendirian, seperti Tarra. Dan belajarlah tenang dalam situasi apapun, seemosi apapun, seperti Brie. Kopi akan membuatmu terbang tinggi seperti elang, jika kau mampu membuat pijakan kuat dalam hidup. Lenturlah dalam berbisnis, namun lembutlah seperti kopi yang membasahi kerongkongamu.

Filkop3

EPILOG

Kopi, kedai kopi, filosofi kopi. Tiga kata yang mampu disatukan Angga Dwimas Sasongko sebagai sutradara menjadi sebuah tontonan penuh makna. Penonton diajak menelusuri perjalanan karir seorang barista, apa yang dilakukan ketika meracik kopi dan filosofi setiap jenis kopi. Sekuel kali ini diangkat kembali dari karakter buku Dewi “Dee” Lestari, Filosofi Kopi. Naskah film kali ini dikembangkan oleh Christian Armantyo dan Frischa Aswarini sebagai pemenang kompetisi #NgeracikCerita tahun 2016 dan skenario dipoles tangan dingin Jenny Yusuf.

KOPI memang hitam, namun setiap racikannya selalu membuat hidup lebih berwarna. Bagaimana perjalanan Ben dan Jody, apakah mereka mampu membawa kembali kejayaan Kedai Filosofi Kopi? Apakah Tarra dan Brie mampu merekatkan kembali tali persahabatan Ben dan Jody? Mau tahu filosofi kopi apa yang membuatmu takkan lagi menyia=nyiakan hidup?

Tonton film ini deh mulai 17 Juli 2017. Kamu bakal tahu kalau kopi itu bukan sekedar kopi. Kopi adalah jiwa, soul hidup yang akan membuat hidupmu terlalu murah untuk disia=siakan. Karena setiap yang punya rasa pasti punya jiwa 😉

Bravo Visinema Pictures dan Angga Dwimas Sasongko. Kami tunggu karya kolaborasi kalian tahun depan 😉

 

2 thoughts on “Ada Cinta Dalam Secangkir Kopi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: