Untuk menjadi lebih bijak dan dewasa, terkadang kita harus mengaduk-aduk perasaan dan pikiran. Selisih pendapat, bertengkar, menjaga jarak atau diam sejenak. Proses menjalani masa tidak enak itu, sungguh menyakitkan. Sebuah hubungan terkadang harus renggang karena sebuah perkataan. Sengaja atau tidak sengaja.

Namun, saya belajar untuk lebih memahami isi hati dan pikiran orang. Kenapa dia begitu, kenapa dia begini? Intropeksi ke dalam diri sendiri, apa salahku? Bertanya, mengumpulkan dan mengolah semua data perasaan, sebagai dasar mengambil keputusan. Ya, kita memang tidak pernah bisa jadi manusia sempurna. Tapi kita bisa menyempurnakan sikap dan hati kita, untuk lebih bijak menilai sesuatu.

          Apa yang menurut kita salah, belum tentu salah di mata orang lain. Demikian pula sebaliknya, sudut pandang kita adakalanya berbeda. Lebih sederhananya, kita harus lebih berusaha memahami sikap dan sifat orang lain. Bukan hanya agar hablumminanas kita baik saja, tapi lebih pada menjaga agar hidup kita lebih nyaman, lebih legowo, lebih mudah banyak tersenyum. Lebih mudah bersyukur nikmat hidup dari-Nya.

Memang nggak mudah membuang penilaian negatif kita tentang orang lain, demikian pula sebaliknya. Tapi ingat, kita bisa mulai dari diri sendiri. Dengan cara yang sederhana, dengan cara tersenyum, membuka percakapan dan saling memaafkan. Bagaimana kalau belajar menyelami kehidupan orang lain lebih jauh, agar kita lebih banyak tahu apa dan bagaimana dia sesungguhnya? Tidak ada yang tidak mungkin, karena Allah saja begitu pemurah memaafkan kesalahan kita yang kadang tak terhitung jumlahnya.

Saya punya banyak kekurangan, namun ada kelebihan yang Allah titipkan agar saya bisa membuat perubahan, sekecil apapun itu. Demikian pula orang lain, ada sisi kekurangan dan kelebihannya yang bisa membuat kita saling belajar. Buka mata hati, itu kuncinya.

*Saya sedang belajar, bagaimana dengan teman-teman lainnya? Mudah-mudahan kita bisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: