IMG20170806144251
Pintu gerbang Padepokan

Wilayah Indonesia yang terdiri dari lautan dan daratan, ribuan suku yang beraneka ragam, ternyata melahirkan kekayaan Indonesia yang luar biasa. Kekayaan alam yang terdiri dari ribuan pulau, daratan dan lautan membuat Indonesia menjadi tujuan wisata, baik turis lokal maupun turis asing. Kuliner, seni musik, seni kriya hingga busana. Dan Pekalongan, adalah salah satu daerah dimana  seni budaya tumbuh sejak jaman kerajaan dan pendudukan Belanda

Sejarah Batik Pekalongan

 

IMG20170806121651
Dinding sejarah batik Indonesia

Pekalongan, asal muasal pusat batik di Jawa Tengah tumbuh sejak jaman kerajaan. Nama batik pesisir sendiri diambil dari nama daerah di pesisir pantai utara Jawa, yaitu Cirebon, Indramayu, Pekalongan, Tuban, Lasem hingga Madura. Produksi batik yang masih tradisional mulai muncul satu demi satu hingga kini menjadikan Pekalongan dipilih oleh UNESCO sebagai kota kreatif pada tanggal 1 Desember 2014 karena masyarakat kota ini dinilai kreatif karena hidup hampir 100 % dari membatik.

 

Karakteristik Batik Pesisir

Petung2017 (5)
Ciri khas batik pesisir Pekalongan

Pengaruh lingkungan pantai dan peninggalan budaya Cina, membuat batik pesisir Pekalongan kaya akan warna, memiliki filosofi, motif yang banyak menggunakan tumbuhan, binatang dan ciri khas lingkungan. Batik pesisir banyak menggunakan ragam corak hiasan pada batiknya, seperti motif bunga mawar, teratai, persik, sulur daun, sulur pandan. Sedangkan corak binatang banyak menggunakan binatang burung pipit, ular, merak, dan kupu kupu. Berbeda dengan batik Solo dan Yogyakarta, batik pesisir PeKALONGAN banyak menggunakan warna biru, coklat dan hitam dengan motif khususnya, yaitu  motif Jlamprang.

Padepokan Batik Pesisir

Petung2017 (45)
Masterpiece

Salah satu sentra wisata batik terkenal di Pekalongan adalah Padepokan Batik Pesisir milik H Failasuf di Wiradesa. Masuk ke lingkungan padepokan, mata pengunjung mulai disuguhi pemandangan sejarah tentang batik. Di pinggir jalan terdapat sebuah rumah yang juga dijadikan toko produk batik. Dengan desain bangunan ukir-ukiran khas Pekalongan membuat mata seolah-olah kembali ke jaman kerajaan. Di sepanjang tembok bangunan hingga masuk ke komplek padepokan, pengunjung akan disuguhi deretan tulisan dan foto sejarah perjalanan batik nusantara.

Langkahkan kaki ke kanan, kita akan masuk ke padepokan luas dengan gapura berbentuk ukiran. Hmm…rasanya pengunjung pasti sedang berada di kerajaan ya? Halaman luas dengan pendopo mungil tempat H Failasuf menerima tamu dan turis, lesehan sambil bercengkerama. Di sebelah kiri pendopo terdapat pintu masuk workshop dimana para pekerja bekerja. Terdapat beberapa bagian area kerja, yaitu :

  1. Meja gambar

    Petung2017 (33)
    Tukang desain
  2. IMG20170806123344
    Mewarnai

    IMG20170806123516
    Menghilangkan malam/lilin dengan sendok dan air kapur
  3. NGLOROD

    IMG20170806123627
    Wah untuk proses menghilangkan lilin pada kain batik

 

Pada kesempatan ini pula, Bapak Bupati Asip Kholidi meresmikan pembuatan batik PetungKriyono. Ide mengangkat wisata Petung go International menginspirasi bapak Bupati dan H Failasuf untuk mengangkat keindahan alam Petung kedalam bentuk batik. Maka batik Petungkriyono pun diluncurkan yang mana nantinya batik ini khusus digunakan sebagai hadiah pada tamu dari negara luar dan tamu kenegaraan. Ide kreatif ini patut ditiru karena pariwisata harus mampu melahirkan ide-ide kreatif yang membuat calon turis tergoda untuk datang dan menikmati keindahan alam daerah.

Pekalongan sebagai Tanah Legenda Batik Nusantara, teruskan perjuanganmu. Jangan pernah hilangkan nafas dan denyut jantung batik dari tanah leluhur. Jayalah Pekalongan, Jayeng Jateng.

Petung2017 (52)

Petung2017 (106)
Beautiful Art

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: