” Di balik laki-laki hebat, ada mantan yang menyesal”

The Power of Man

TUNG

Tanggal 03 Februari 2016 menjadi hari besar buat saya. Bagaimana tidak? Saya terpilih mewakili KOPI (Koalisi Online Pesona Indonesia) bersama Kak Sobary bertemu motivator terkenal yang selama ini saya kagumi dan hanya bisa saya baca kepingan kata motivasi bisnisnya. Can you imangine that? Siapa saya sampai bisa dapat kesempatan makan siang dan nonton bareng dengan beliau? Bagi seorang blogger dan penulis seperti saya yang masih belum terkenal, adalah sebuah kehormatan mendapat kesempatan emas ini.

Apa yang kemudian saya lakukan ketika Kak Arul memilih saya dan Kak Sobary sebagai wakil dari KOPI? Saya langsung teriak kegirangan, lari menemui ibu saya sambil menunjukkan foto Pak Tung dan mengatakan kalau saya mau bertemu orang terkenal. Langsung copy foto petikan kata motivasi Pak Tung yang dikirim Kak Arul ke grup, posting ke facebook mengabarkan kalau saya akan bertemu Pak Tung. Dan….hanya dalam waktu kurang dari satu jam sudah 50 teman yang nge-like status dan komentar. Subhanallah, sepanjang perjalanan jantung saya deg-degan nggak karuan. Tepat pukul 11:30 tiba di lokasi, XXI Plaza Semanggi.tung6

Kesan pertama bertemu Pak TDW, WOW, luar biasa. Pak Tung sudah duduk di meja makan karena saya sholat terlebih dahulu. Ketika hendak berjabat tangan beliau langsung mengatakan, ” Ini Mbak Kiki ya?”. Wow lagi dong, saya baru mau menyebutkan nama, beliau sudah tahu nama saya dulu. Super sekali. Berapa banyak orang penting yang tahu nama orang lain padahal belum pernah bertemu?

TUNG2

Makan siang berlangsung sangat cair. Saya tidak menyangka, Pak Tung yang selalu terlihat resmi dan serius dengan jas dan kata motivatisinya, ternyata tertawa lepas ketika bercerita. Benar-benar tertawa lepas seperti sedang bercerita dengan keluarganya. Sama sekali tidak ada kesan dan jarak dengan saya dan Kak Sobary. Beberapa kali saya sempat takjub, mencoba membayangkan dan menyandingkan situasi ketika beliau mengisi seminar (walaupun saya belum pernah mengikuti seminar beliau) dan saat makan siang ini dalam satu bingkai. Hasilnya, jauh berbeda. Pak Tung yang sedang ada di hadapan saya adalah sosok Pak Tung dengan status sebagai seorang ayah dan laki-laki, bukan sebagai seorang motivator. Sangat humble. Andai ada kamera CCTV, pasti terekam kamera wajah saya yang bengong karena kagum yang tak habis-habisnya.

BUSSINESS LIKE A FAMILY

Membaca kisah Pak TDW selalu penuh dengan daftar kesuksesan. Seminar yang selalu dihadiri ribuan orang, tips dan motivasi beliau yang menjadi panduan, kata-kata yang mengalir seperti mantra sakti yang siap menghipnotis orang, dan  properti yang tak terhitung lagi jumlahnya. Jutaan orang menjadi follower setia yang siap menunggu kabar apapun dari beliau. Tapi, apakah demikian mudahnya Pak TDW meraih kesuksesan yang sudah beliau raih? Bagaimana perjuangan beliau beternak uang? Bagaimana kehidupan pribadi beliau yang selama ini belum pernah terpublikasi?

Saya tertarik mengulik sisi kehidupan beliau. Ternyata sewaktu baru lahir, orang tua Pak TDW tidak mampu membawa pulang karena tidak ada biaya menebusnya. Akhirnya ada sanak keluarga yang bisa meminjamkan uang untuk menebusnya. Namun, lagi-lagi nasib baik belum berpihak. Uang yang seharusnya untuk menebus terpaksa digunakan terlebih dahulu untuk membayar hutang. Situasi ekonomi keluarga yang sedang sulit dan ikut menjaga toko keluarga, ternyata mampu meninggalkan pengalaman yang mampu membuat beliau bangkit di kemudian hari.

Menjadi yang terbaik mungkin sudah garis hidup Pak Tung. Walau jalan menuju bangku kuliah tidak mudah, namun sejak kuliah mendapat berbagai kemudahan prestasi. Dan beliau mampu menunjukkan bahwa minoritaspun mampu berprestasi asal diberi kesempatan. Dan karir beliau mulai menanjak ketika berkarir di BCA sebagai Management Development Program dan berhasil membenahi hasil audit yang buruk hanya dalam waktu 4 bulan. Namun, gaji yang didapat ternyata tidak mampu menutup biaya perawatan ayah beliau yang sakit keras. Inilah yang menyebabkan Pak Tung keluar dari BCA dan pindah ke Lippo Grup pada tahun 2000. Namun, lagi-lagi karena hubungan yang kurang nyaman dengan atasan, beliau memutuskan keluar dari Lippo Grup.

Bukan hal yang mudah memutar haluan karir hanya dalam hitungan tahun. Keluar dari Lippo Grup beliau nekat mengikuti seminar motivator dunia, Anthony Robbins dengan menjual tanah seluas 200 meter. Itupun tidak cukup, hingga akhirnya beliau menjual apapun yang dimiliki. Nekat namun penuh perhitungan. Inilah kelebihan yang tidak dimiliki setiap orang. Namun, ilmu nekat dan kepepet inilah yang menyelamatkan Pak Tung dari kegagalan. Pak Tung berhasil menjadi motivator sekaligus pengusaha kaliber atas.

He is Really Family Man.

tung4

Namun, seorang motivator tetap manusia biasa. Sense of Sad-nya muncul saat saya lihat kabut di mata Pak Tung ketika bercerita tentang ayahanda yang meninggal. Ketika sudah sukses Pak Tung membelikan ayah sebuah mobil Mercedes Benz. Namun, sakit keras membuat ayah tak tertolong, dan mobil yang belum pernah dipakai inilah yang mengantar abu jenazah ayah ke peristirahatn terakhirnya. Momen saat bercerita inilah saat dimana saya raut wajah beliau sedih.

Namun, siapa yang menyangka Pak Tung yang terkenal ternyata pernah gagal menjalin hubungan dengan lawan jenis hingga 17x ? Bukan hal yang mudah menumbuhkan kepercayaan diri bahwa diri ini layak dicintai. Namun, Pak TDW pantang menyerah hingga akhirnya bertemu Ibu Yani ketika sama-sama bekerja di BCA.

tung5

” Bapak orangnya baik. Nggak banyak laki-laki yang mau menerima calon istri yang kena tumor”, kalimat itu yang Ibu Yani ucapkan ketika ditanya alasan mengapa memilih Pak Tung.

DEG ! Ibu pernah kena tumor? Jantung saya rasanya seperti berhenti ketika Ibu mengucapkan kalimat itu. Bukan hanya masalah kalimatnya saja, namun juga raut wajah ibu ketika mengucapkan itu dan pandangan Pak Tung ke arah Bu Yani. Pandangan cinta mendalam, hanya bahasa kalbu yang berbicara. Bu Yani dengan senyum khasnya, Pak Tung dengan tawa cerianya. Sama sekali tidak terlihat bahwa mereka pernah mengalami masa-masa sulit. Ini ternyata yang menyatukan mereka, menyatukan dua pribadi yang menggunakan rasa dan hati, bukan hanya logika. Inikah yang disebut cinta sejati?

tung3

Duh, saya makin takjub dengan pasangan ini. Kaya, sukses, ramah, rendah hati namun tetap memandang orang lain tanpa perbedaan status dan profesi. Dan lagi-lagi acara nonton SURAT DARI PRAHA menjadi bukti bahwa Pak Tung dan Ibu Yani memang pasangan sejati. Duduk berdampingan, tetap dengan senyum dan saling bergandengan tangan. Beberapa kali mereka menunjukkan foto 1000 KISSES AND PLACES. Ibu Yani pun sempat menitikkan airmata ketika menonton film. Rupanya Praha meninggalkan kenangan yang indah ya, bu? Saya terpana, inilah kunci orang-orang sukses : ada keluarga harmonis yang mendukung dan mencintai mereka, apa adanya.

tung2

Hari yang sangat berkesan. Satu hari berharap dapat dilibatkan dalam tim produksi yang akan mengangkat kisah perjalanan hidup dan karir beliau. Karena ini bukan hanya perjalanan seorang Tung Desem Waringin saja. Ini adalah kisah pergulatan hidup, pencarian makna, pencarian cinta sejati, pergumulan hidup yang akan menginspirasi orang-orang diluar sana untuk tetap semangat, jangan pernah menyerah walau dalam keadaan sulit sekalipun. Karena sesungguhnya, di balik laki-laki sukses ada seorang perempuan yang menitikkan airmata dalam doa dan pengharapan. Ada keikhlasan seorang istri yang akan membuat suasana hati seorang suami dalam semangat ketika meninggalkan rumah mencari rejeki.

Terima kasih Pak, terima kasih Ibu. Hari ini saya belajar banyak tentang hidup dan karir. Bahwa sejatinya seorang pemimpin tidak harus menggunakan tangan besinya untuk membuat keluarga dan lingkungan kerja menjadi seperti yang diinginkan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: