Innalillahi wainnalillahi Rojiun

Selamat jalan Eyang kakung Soeharto.Meski banyak orang mencercamu..engkau tetap pahlawan bangsa ini. Engkau cuma manusia dengan segala keterbatasan dan kelemahan.

Sejarah negeri ini memang kelam..tapi kami para penerus bangsa akan belajar dari sejarah yang telah engkau torehkan.

Kami memang ikut andil salah.Kami menyanjungmu kala engkau berkuasa, tapi kami memakimu kala engkau tak lagi berkuasa. Tuhan tidak akan menjadikan negeri ini jadi bangsa yang besar karena kami tidak pernah bisa menghargai jasa pahlawan. Jasa para pemimpin yang telah berjuang membangun negeri ini agar bisa tegak dan mengangkat kepala bersanding dengan negara lain.

Kami memang salah..tapi kami belajar dari kesalahan untuk tidak membiarkan ketidakadilan ada di negeri ini. Berat..tapi itu adalah tujuan yang mulia bukan ?

Negeri ini memang terpuruk karena dosa masa lalu, hancur dengan sisa -sisa kejayaan yang telah usang untuk dibanggakan, yang hanya tinggal tulisan di buku – buku sejarah. Tapi apakah cukup hanya dengan memaki dan mencari kesalahan orang lain bangsa ini bisa menjadi besar?

Kami belajar dari sejarah…tanpa tepo seliro dan kebesaran hati..bangsa ini tidak akan pernah bisa jadi bangsa yang punya rasa malu.

Selamat jalan untuk Eyang kakung Soeharto. Jasa dan langkahmu untuk bangsa ini akan tetap kami kenang.Biarlah ketidakadilan dari masa lalu menjadi bagian dari sejarah kelam bangsa ini

Doa kami para penerus bangsa ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: