“Yang aku cari hanyalah cinta, hanyalah cinta yang abadi..la..la..la”

KARIR. Apa itu karir? Jabatan tinggi, uang banyak, acungan jempol dari orang lain, deretan gelar akademis, atau harta dan investasi dimana-mana? Apa itu sukses? Pasangan yang sempurna, tanpa cacat diri dan pribadi? Kekayaan yag bisa mencukupi semua kebutuhan, bahkan bila perlu hingga tujuh keturunan? Mana yang kita cari, mana yang kita minta lebih banyak pada-Nya? Ketika permintaan satu demi satu berguguran, siapa yang patut disalahkan? Kenapa meminta menjadi senjata ketika semua asa menjadi tujuan utama?

Ahhh, manusia memang tempat berkumpulnya nafsu dan angkara. Banyak meminta namun sedikit memberi. Marah ketika semua tak berjalan sempurna. Pasang badan ketika harga diri terinjak-injak, tanpa mau berkaca pada cermin, dimana letak salahnya. Meminta untuk dunia, namun tiada kerja nyata. Meminta untuk akhirat, namun lupa akan Tuhannya. Siapa yang salah, siapa yang seharusnya marah?

Siapa diri kita sebenarnya? Dimana rumah kita sebenarnya, tempat berteduh dari hujan dan panas, ketika atap tak mampu menahan panas dan hujan lagi? Semua akan berpulang pada hati nurani masing-masing. Pakailah jaket untuk menahan dinginnya malam, kembangkan payung untuk menahan air hujan, dan minumlah air untuk menjernihkan pikiran. Ada 1001 macam cara untuk menjawab pertanyaan yang ada di kepala. Namun, mengapa semua hanya berkelebat tanpa meninggalkan kalimat jawaban? Bingung, jelas. Tapi apakah kebingungan itu akan membuat hati kita berada dalam pagar tanda tanya? Bisa YA, bisa TIDAK.

Kadang, perlu mundur sejenak dan jeda waktu untuk memahami sesuatu. Kumpulan massa dan suara-suara yang berdengung, membuat otak tumpul dan hati bebal. Kembali ke alam untuk bercengkerama dengan-Nya, salah satu solusi yang bisa dicoba. Duduk dalam keheningan, bertanya pada hati nurani, apa dan siapa yang kita cari? Sampai kapan kita berlari membawa mimpi dan mimpi? Karena, seberapapun tingginya kebesaran yang kita sandang sebagai manusia, kita tetap makhluk yang akan kehilangan arah, saat hati sudah menjauh dari-Nya.

Belajar mendengar dan memahami bisa mudah, namun tidak mudah jika ego sebagai manusia masih dikedepankan. Rendah hati dan membumi, belajar menerima kekurangan diri, dan tetap belajar bagaimana menempatkan hati dan hidup di tempat yang seharusnya. ALLAH sudah menyiapkan semua solusinya, hanya terkadang kita malas membaca apa yang ada di depan mata.

Tak ada yang abadi, sama halnya dengan asa dan rasa. Semua bisa berjalan lurus atau berbalik arah, ketika waktunya sudah tiba. Namun semua hanya tinggal isapan jempol belaka, manakala harus ada yang kita telan mentah-mentah, demi sesuatu yang kita perjuangkan. Sakit? YA, jika kita melihat dengan logika saja. Lega? YA, jika kita mampu berdamai dengan kenyataan. Karir akan terhenti pada putaran waktu, ketika usia sudah menua. Kesuksesan menjadi bayangan masa lalu, ketika gemerlap dunia tak lagi mewah di mata. Apa yang abadi selamanya?

HANYA CINTA !!!

Dua kata yang mampu mengubah wajah orang, yang mampu melengkungkan sudut bibir ke atas, bahkan yang mampu meneteskan airmata untuk hati yang terluka. Hanya dua kata itu yang kita cari, bukan kesuksesan yang hanya menjauhkan hati dari yang kita cinta. Apa yang paling bermakna, apa yang paling membuat kita bahagia?

HANYA CINTA !!!

Pupuk asa dan rasa dengan keikhlasan, karena cinta bukan bisnis atau matematika. Yang harus selalu dilihat untung dan rugi atau harus dikali dikurangi untuk hasil yang hakiki. Tak ada yang untung dan rugi, karena cinta bukan bisnis. Tak ada yang harus ditambah dan dikurangi, karena cinta bukan matematika, yang penuh coretan angka dan kerutan dahi, untuk memahami.

Yang aku cari hanyalah cinta. Hanya cinta yang tak terganti. Yang aku mau hanyalah cinta. Hanyalah cinta yang ku beri
Yang selalu ku tunggu hanyalah cinta. Hanya cinta yang tak terganti. Yang aku nanti hanyalah cinta. Hanyalah cinta yang abadi  – Lirik lagu ” Hanyalah Cinta”, Anggun C Sasmi.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: