MS

Kendalikan emosi dan sayangi keluarga, jika Anda tidak mau menjadi salah satu korbannya !

Itu pesan yang saya tangkap waktu menonton premiere Midnight Show siang tadi di bioskop 21 Epicentrum Walk. Bisa membayangkan menonton film thriller disiang bolong? Yup, jempol untuk Rene Pictures yang memilih siang hari untuk a ini, apalagi awak media.

Sutradara pria? Ahh sudah biasa. Sutradara wanita? Ini baru luar biasa. Tidak mudah menjadi sutradara wanita di negara ini. Apalagi untuk jenis film yang menyasar segmen penonton khusus, yaitu thriller. Namun Ginanti Rona Tembang Asri atau lebih akrab disapa Gita, sudah membuktikan. Idealisme produser Ghandi Fernando yang ingin membuat film yang lain daripada yang lain disambut tangan dingin Gita. Kolaborasi yang berani untuk jenis film thriller.

Bioskop bisa menjadi tempat yang menyenangkan atau menakutkan, tergantung dari sudut mana kita melihatnya. Di tengah nafas  yang tersengal karena sepi penonton, Bioskop Podium berharap banyak menangguk untung dari film terbaru”Bocah”, film horor tentang anak kecil yang membunuh ayah, ibu dan adiknya. Namun, justru film inilah yang menjadi sebab awal tragedi berdarah dimulai.

MS2

Naya, janda satu anak dan Juna seorang karyawan bagian pemutar film, menjadi saksi tragedi ini. Memendam kekecewaan pada hidup dan gundah karena anak yang sakit, membuat Naya ragu menerima uluran tangan Juna. Ikhsan yang datang bersama temannya akhirnya terlibat pertengkaran dengan salah satu penonton. Disinilah kengerian mulai terjadi. Pak Jo, pemilik bioskop dan Allan, satpam bioskop akhirnya menjadi korban. Darah, raut muka ketakutan, pisau, dan keinginan untuk menyelamatkan diri bergumul menjadi satu.

Film ini layak diacungi jempol karena sutradara dan produser berani menurunkan artis papan atas sekaliber Acha Septriasa untuk menjadi pemeran utamanya. Terbiasa bermain dalam film drama ternyata Acha bisa membuktikan aktingnya pada film thriller juga. Akting menonjol justru ditunjukkan para pemain amatir, yaitu pemeran hakim dan reporter. Raut wajah ketakutan dan teriakan khas film horor tampak begitu nyata. Namun, satu hal yang menjadi catatan saya adalah, musik latar belakang film ini kurang menyentuh. Terlalu keras, datar, kurang greget  dan mendayu sebagaimana musik film horor luar neger.

Namun secara keseluruhan film ini layak ditonton karena penonton dapat belajar mengambil hikmah dari adegan”apa sebabnya Bagas membunuh orang tua dan adiknya?”. Menjadi catatan bagi orang tua, semarah apapun jangan umbar emosi pada anak, apalagi hanya karena masalah sepele. Suara bentakan, pukulan dan makian dapat menjadi sebab trauma dan dendam anak pada orang tua atau lingkungan. Film yang layak ditonton mulai usia 17 tahun ke atas. Catatan, film ini tidak direkomendasikan untuk usia 17 tahun ke bawah, apalagi anak usia SD karena begitu banyak adegan kekerasan dan darah.

Apakah  Naya dan Juna berhasil menyelamatkan diri? Bagaimana nasib penonton lainnya? Siapa pembunuh sesungguhnya? Anda WAJIB menontonnya untuk memacu andrenalin dan menuntaskan rasa ingin tahu siapa pembunuh di bioskop sesungguhnya.

Salam KOPI 🙂

2 thoughts on “Hati-hati Dengan Midnight Show”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: