hope

Mengapa kanker bisa menjadi momok paling menakutkan bagi perempuan? Mengapa penyakit ini sanggup mencabut harapan hidup manusia? Berapa banyak survivor kanker yang sanggup bertahan dan melanjutkan hidup dengan senyum merekah? Berapa juta perempuan di Indonesiadan dunia yang mengidap kanker? Dan pengobatan apa yang bisa menghambat atau mematikan sel kanker?

Menyambut hari Kanker Dunia yang jatuh pada tanggal 04 Februari 2016 ini, Alkimia Production House yang digawangi oleh Wulan Guritno, Amanda Soekasah dan Janna Soekasah-Joesoef selaku tim produser membuat film tentang perjuangan penderita kanker untuk sembuh. Film I Am Hope berkisah tentang dinamika perjuangan seorang gadis muda bernama Mia, diperankan oleh Tatjana Saphira yang divonis mengidap kanker, dan peran Maia, diperankan oleh Alessandra Usman, yang menjadi semacam penyangga semangat dan inspirasi Mia untuk melalui tantangan demi tantangan menghadapi penyakit kanker dan memperjuangkan mimpinya berkarya.

hope2

Film tanpa musik ibarat makan tanpa garam. Dan Alkimia mempercayakan soundtrack film ini pada grup musik RAN. Lagunya sendiri berjudul “Nyanyian Harapan”, yang melibatkan 8 Warrior Hope yang bernyanyi bersama RAN. Film ini disutradarai oleh Adilla Dimitri (suami Wulan Guritno) dan didukung oleh peraih piala Citra, Yudi Datau selaku Director of Photography. Deretan artis papan atas Indnosia dirasakan mampu membuat film ini menguras airmata penonton. Tio Pakusadewo, Fachry Albar, Feby Febiola, Fauzi Baadilah, Kenes Andari, Ariyo Wahab, Ray Sahetapy dan Ine Febriyanti.

Film ini berkisah tentang Mia 21 tahun (Tatjana) adalah seorang perempuan yang sangat berkeinginan keras untuk membuat pertunjukan. Namun mimpi tersebut harus terhenti sementara karena ia divonis mengidap kanker, penyakit sama yang pernah merenggut nyawa sang ibunda.

Mia yang berasal dari keluarga serba berkecukupan, kini pun sudah hidup ala kadarnya karena biaya pengobatan ibunya terdahulu. Dan semenjak vonis kanker kembali terdengar di telinganya, di saat itu juga ia merasa seluruh pengalaman kelam yang pernah menimpa keluarganya akan kembali terulang.

Ayahnya (Tio Pakusadewo) akan kembali terpuruk, ekonomi makin merosot, dan yang paling tergaris bawah merah baginya, adalah mimpinya yang perlahan akan sirna. Namun demikian, Mia selalu ditemani oleh Maia, yang terus setia dan bersikap positif disampingnya.

Mia pun tegar berjuang menguatkan dirinya untuk menghadapi beberapa proses kemoterapi, sampai hampir seluruh tabungan yang telah ia persiapkan untuk membuat pertunjukan habis terpakai. Pada suatu hari di antara ronde-ronde pengobatan yang ia jalani, Mia mencoba untuk menghubungi salah seorang produser pertunjukan ternama melalui alamat yang ia miliki.

hope3

Semua kisah dalam “I am HOPE” the Movie mampu membangkitkan harapan di tengah keterpurukan. Bagaimana Mia menjadi simbol dalam perjuangan untuk menggapai impian di tengah kondisinya yang terpuruk.

Bagaimana kisah akhir Mia sebagai simbol Harapan? Seberapa besar film ini mampu mengaduk emosi dan menguras airmata penonton? Kita tunggu tanggal mainnya pada 18 Februari 2016 ya? Dan demi mewujudkan kepedulian pada survivor kanker, Wulan Guritno dan Ghea Sukasah membuat gelang. Berawal dari 25 gelang, Wulan mengklaim bahwa kini sekitar 12 ribu gelang telah terjual.

Gelang dengan harga satuan Rp100.000 itu antara lain dipasarkan melalui media sosial, seperti akun Instagram @gelangharapan.

Seratus persen penjualan gelang tersebut diberikan kepada yayasan yang peduli pada kanker.

Teasier film ini dapat dilihat di https://iamhopethemovie.comhttps://youtube.com/TBef_Yu7z3M

Salam film Indonesia

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: