Image

Judul : Istriku Teroris

Penulis : Yasmina Khadra

Penerjemah : Khairil Azhar

Editor : Aisyah

Genre : Novel

Penerbit : Alvabet

Cetakan : I, November 2011

Ukuran : 14 x 21 cm (plus flap/kuping 8 cm)

Tebal : 308 halaman

ISBN : 978-602-9193-10-7

Harga : Rp. 45.000,-

SINOPSIS

Dr. Amin Jaafari adalah ahli bedah di sebuah rumah sakit di Tel Aviv. Berdedikasi, dihormati, dan dikagumi oleh kolega dan masyarakat, ia merupakan contoh sukses warga Arab yang mengintegrasikan diri ke dalam masyarakat Israel. Dan ia paham benar bagaimana hidup berdampingan dengan kekerasan dan chaos yang menghantui kotanya.

Tatkala terjadi serangan bom bunuh diri di sebuah restoran setempat, Dr. Jaafari bekerja tak kenal lelah membantu para korban. Namun, malam itu justru membawa masalah besar bagi sang dokter. Tubuh istrinya, tercerai-berai mengenaskan, ditemukan di antara para korban yang tewas. Berdasarkan pemeriksaan polisi, kondisi tubuh istrinya merupakan tipikal pelaku bom bunuh diri. Setengah tak percaya, batin Dr. Jaafari tercabik-cabik di antara kenangan indah bersama istrinya dan kenyataan betapa perempuan cantik, cerdas, dan modern itu rupanya memiliki kehidupan lain yang jauh dari kehidupan bergelimang kesenangan yang mereka lakoni.

Dengan deskripsi yang gamblang tentang bom bunuh diri, novel ini menggambarkan secara memukau realitas terorisme berikut akibat spiritual yang tak terhitung nilainya. Intens dan manusiawi, terhindar dari bias politik dan kebencian, serta bijaksana dan menyentuh, novel ini menyuguhkan pemahaman mendalam tentang sesuatu yang tampak mustahil untuk dipahami, yaitu terorisme.

ENDORSEMENT

“Karya ini memiliki preferensi thriller kelas tinggi. Inilah novel dari seorang pendongeng yang sangat terampil.”

Times Literary Supplement

“Bagai thriller psikologis tentang terorisme. Sebuah cerita detektif tanpa sang detektif. Novel ini menggambarkan tragedi individu yang terperangkap dalam lingkaran kekerasan tanpa makna dan tak berujung.”

Lindy Burleigh, Telegraph

“Di atas kisah sedih dan kekecewaan, karya ini adalah sebuah meditasi tentang nilai kehidupan. … di mana kesulitan dalam kehidupan yang apolitis tercabik-cabik oleh pertikaian agama dan separatisme.”

USA Today

“Khadra tak pernah menghakimi para teroris. Ini karya seni asli … tak pernah keluar dari jalur novel, dan tak pernah tergelincir untuk menjadikannya sebagai saluran politik.”

Philadelphia Inquirer

Istriku Teroris adalah sebuah peledakan dukacita.… Di akhir kisahnya Anda tak akan bisa lagi bercerita apakah Anda menggigil sebagai tanda sedih atau lega.”

Le Figaro

“Khadra meracik bahan-bahan ceritanya dengan kekuatan penghayatan dan emosional yang hebat, sehingga pembaca seperti terus-menerus digiring sampai ke akhir cerita.”

Le Point

“Novel penting dengan bobot cerita yang sangat berani. … Khadra memiliki penguasaan plot yang bagus, menjadikan cerita ini berenergi.”

Los Angeles Times

“Khadra sangat cemerlang menampilkan karakter manusia yang dicengkeram oleh ekstremisme dan penderitaan sosial yang ekstrim.”

—Washington Post

“Novel yang dahsyat dan mengasyikkan. … Bagaikan cerita detektif, diliputi dengan dukacita mendalam akibat kekerasan sektarian yang terjadi dalam dunia Islam.”

Booklist

“Novel yang luar biasa, bijaksana, dan menyentuh hati.”

Literary Review

“Sebuah narasi tentang kekejaman dan intoleransi, yang membuat kehidupan menjadi suram akibat fundamentalisme.”

—James Francken, Telegraph

PENULIS

YASMINA KHADRA adalah nama samaran dari Mohammed Moulessehoul, penulis Aljazair yang lahir pada Januari 1955. Demi mengelabuhi sensor militer selama Perang Sipil Aljazair—kala itu Khadra berdinas sebagai tentara—ia menyembunyikan identitas aslinya dan memakai nama samaran perempuan kala menyerahkan tulisannya ke media massa dan penerbit. Meskipun novel-novelnya yang terbit di Aljazair meraup sukses, namun ia baru menampilkan identitas aslinya pada 2001, setelah ia hengkang dari dinas militer dan mengasingkan diri ke Prancis.

Sebagai penulis produktif, Khadra telah menelurkan banyak buku, antara lain L’Imposture des mots, Autumn of the Phantoms, Wolf Dreams, The Swallows of Kabul, The Sirens of Baghdad, dan What the Day Owes the Night. Pada 2004, Newsweek menyebutnya sebagai “satu dari sekian penulis hebat yang mampu memahami dengan baik kekerasan yang terjadi belakangan di Aljazair”.

Setelah hijrah dari tanah kelahirannya dan mengasingkan diri di Prancis, Khadra sempat pula tinggal sekian lama di Meksiko. Kini ia menetap kembali di Prancis bersama istri dan ketiga anaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: