talak3

Jangan main-main dengan TALAK 3 ! Itulah salah satu pesan yang disampaikan oleh MD Pictures melalui film terbarunya. Film garapan sutradara handal Hanung Bramantyo dan Ismail Basbeth ini memang layak diacungi jempol. Film dengan dua sutradara bergenre komedi romance ini menguak sisi lain dari sebuah hubungan pernikahan.

Untuk kesekian kalinya KOPI (Koalisi Online Pesona Indonesia) dipercaya rumah produksi untuk menyaksikan screening film. Pak Karan Mahtani, Mas Hanung Bramantyo dan Vino G.Bastian hadir bersama 25 blogger dan jurnalis di MD Tower. Diskusi panjang yang sangat menarik mengingat MD Pictures bukan rumah produksi kemarin sore. Sudah terbukti film besutan mereka laris dan membuka cara berfikir masyarakat.

Ada yang menarik dari screening film ini. Pemilihan pemain, figuran hingga lokasi syuting melalui penelitian yang cermat. Mas Hanung mengatakan bahwa bukan Vino yang mengejar tokoh Bagas namun karakter Bagaslah yang mengejar Vino. Karakter Bagas ternyata cocok dengan Vino. Ini menarik karena banyak fenomena pemain yang meminta peran sutradara atau produser. lama tak bertemu selama 10 tahun ternyata Talak 3 mempertemukan Mas Hanung dan Vino kembali. Laudya C.Bella awalnya sempat diragukan oleh sutradara mengingat Bella selama ini terkenal sebagai RATU DRAMA. Apakah Bella mampu memerankan Risa dalam film bergenre komedia ini? Lagi-lagi pemeran Arini dalam film “Surga Tak Di Rindukan” ini pantas menyandang gelar sebagai pemain watak. Bella mampu mengimbangi permainan Vino dan Reza.

Vino dan Bella ternyata mampu bermain apik dalam film ini. Cemistry yang terbangun sangat terlihat nyata. Bagaimana seorang kepala keluarga dengan mudahnya menjatuhkan talak 3 namun akhirnya mereka harus bekerja sama mencari pasangan untuk Risa agar Bagas dapat menikah lagi dengan Risa. Demi apa? Bukan demi cinta tapi demi kredit sebuah rumah! Sungguh, ini adalah alasan yang bisa membuat penonton tertawa sekaligus merenung. Benarkah demi sebuah urusan dunia pasangan suami istri harus memakai segala cara, bahkan melanggar aturan agama?

Mengapa Hanung mengangkat tema talak? Karena ternyata banyak penganut Islam yang tidak tahu proses syarat terjadinya talak 3, apa itu Muhalil, bagaimana ketika pasangan ingin menikah lagi, apakah diperbolehkan menikah lagi demi sebuah tujuan duniawi? Bagaimana femomena manusia menyiasati hukum agama dengan cara menghalalkan segala cara. Sungguh, film komedi ini berhasil mengangkat tema agama yang cenderung serius ke dalam bentuk komedi tanpa harus mengeryitkan dahi.

Sutradara Hanung melalui film ini ingin menyampaikan pesan bahwa :

  1. Jangan mudah mengucapkan talak 3 jika tidak tahu arti dan konsekuensinya
  2. Talak ada demi kemuliaan seorang wanita

Film ini layak ditonton keluarga. Orang tua bisa mengajari anak-anaknya tentang arti pernikahan, para remaja bisa lebih hati-hati sebelum memilih pasangan dan orang dewasa agar lebih bijak ketika sebuah ikatan pernikahan sudah dilaksanakan. Jangan mudah bercerai jika masih ada cinta. Jangan mudah bercerai jika masih bisa diselamatkan, dan hati-hati dengan setiap ucapan dalam pernikahan.

Mau tahu lebih jauh apa itu Talak 3 dalam balutan komedi romance?  Tunggu tanggal 4 Februari 2016 ya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: