angeline2

Jakarta, 02 Juni 2016 bertempat di Dapoer Sunda di Pondok Indah Mall, PH Citra Sinema Visual menjadi saksi launching poster, thriller dan soundtrack film Untuk Angeline. Film besutan sutradara Jito Banyu ini akhirnya selesai di produksi setelah mengalami beberapa kendala. Syukuran yang dihadiri oleh Kak Seto Mulyadi sebagai Ketua Komnas Anak, Koalisi Anak Madani Indonesia (KAMI), produser dan jajaran pemain film. Semangat Kinaryosih sebagai Samidah yang datang dengan menggunakan kruk karena kaki sakit, patut diacungi jempol.

Niken Septikasari, selaku Executive Producer mengatakan ” Bersyukur dan senang sekali teman-teman media dan para blogger bisa hadir sebagai saksi rilisnya poster, trailer dan original soundtrack berjudul UntukAngeline yang dinyanyikan Marsya Doeni dengan aransemen Bembi Noor. Bahkan Koalisi Anak Madani yang didukung Komnas Anak mendedikasikan Untuk Angeline Award tiap tahunnya kepada film-film anak dan keluarga, selain para tokoh yang menjadi sahabat anak, papar Niken.

Film yang diperkuat oleh deretan pemain seperti Teuku Rifnu Wikana, Rowena Umboh, Hans De Kraker, Dewi Hughes, Ratna Riantiarno, Emma Warroka, Paramitha Rusady, dengan penampilan spesial Kak Seto Mulyadi. Tak ketinggalan Naomi Ivo sebagai pemeran Angeline dan Kevin.

Film yang diangkat dari kisah nyata kasus Angeline di Bali ini sangat menyita perhatian publik. Kasus kekerasan pada anak yang semakin sering muncul di media massa menjadi PR Komnas Anak dan KAMI untuk melindungi hak-hak anak. dan Film Untuk Angeline menjadi bukti nyata bahwa concern pada anak bisa dilakukan melalui film untuk menggugah kesadaran masyarakat.

Film ini layak ditonton oleh keluarga karena tidak ada adegan kekerasan, nama tokoh nyata disamarkan karena proses syuting film juga disupervisi oleh Kak Seto Muoyadi yang berkenan datang ke Bali, demikian penjelasan Jito selaku sutradara.

angeline

Namun, ada yang menarik yang saya amati. Inilah film untuk anak dan keluarga yang melibatkan sebuah boneka. Ya, boneka kesayangan Angeline bernama Luna ini sengaja dilibatkan dan dimasukkan dalam unsur cerita. Mengapa? Karena ini boneka teman bicara Angeline, layaknya anak-anak perempuan lain yang mempunyai boneka atau teman imajinasi. Boneka yang menjadi saksi bisu pahit getirnya perjalanan hidup Luna. Jutaan anak di luar sana hanya bisa bicara pada bonekanya ketika mereka mengalami kekerasan dalam hidupnya. Dan, lagi-lagi boneka pula yang menjadi saksi bisu yang menangis bagaimana anak-anak diperlakukan dengan kasar dan tidak berperikemanusiaan.

Dan mari kita jadikan film Untuk Angeline sebagai tonggak untuk mencanangkan gerakan “STOP CHILD ABUSE”.

  • Terima kasih untuk hadiah boneka Luna untuk dua anak saya, Mbak Niken.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: