opmi

Tak kenal maka tak sayang. Tak membaca maka tak pintar. Begitu juga dengan agama. Berapa banyak buku yang membahas tentang  kisah hidup dan perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW ? Banyak sekali hingga tak terhitung jumlahnya. Sejak zaman penerbit masih sedikit hingga sekarang yang mencapai ribuan buku yang mengisahkan Nabi Muhammad sangat variatif. Dari yang sederhana hingga luks. Dari yang tipis, sedang hingga tebalnya bisa dijadikan bantal. Dari yang isinya singkat, agak lengkap hingga super lengkap. Namun buku agama yang membahas tanpa ada tulisan Arab-nya dan menimbulkan kontroversi, berapa banyakkah ? Saya pikir salah satunya adalah buku Sejarah Nabi Muhammad karya Muhammad Husain Haekal.

Buku yang menjadi pilihan untuk dibedah dalam acara OPMI ( Obrolan Pembaca Media Indonesia ) edisi Juni 2015 ini sangat sesuai dengan tema bulan Ramadhan. Acara kali ini diadakan di Kamar 31 Masjid Istiqlal. Moderator oleh Pak Ade Alawi ( Asisten Kepala Divisi Pemberitaan ), Mas Haikal perwakilan dari Penerbit Akhlak ( Imprint Penerbit Mahda ) dan pembicara yang tak asing lagi bapak Prof. Azyumardi Azra (Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). Acara dimulai tepat Pkl. 16: 20 wib, terlambat 20 menit dari waktu yang dijadwalkan ( keterlambatan yang tak dapat ditolerir, apapun alasannya mengingat Islam sangat mengajarkan disiplin waktu, semoga lain kali tidak terulang).

IMG-20150619-02297

Acara dibuka oleh Bpk Ade dengan memperkenalkan diri dari Media Indonesia. Beliau memberikan sedikit gambaran tentang buku ini. Bahwa buku ini banyak memberikan kontribusi besar dalam perkembangan dunia perbukuan Mesir. Kontroversi mewarnai penerbitan buku ini karena ditulis bukan oleh penulis dengan latar belakang ilmu agama. Haikal adalah mantan wartawan, budayawan, politikus yang akhirnya menjadi Menteri Pendidikan Mesir. Bahwa tidak mudah bagi Haekal untuk menulis buku ini, perlu riset panjang dan ketekunan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Mas Haikal dari Penerbit Mahda. Perawakan tinggi dengan raut wajah khas Timur Tengah semakin meneguhkan ciri khas penerbit buku-buku agama. Beliau menjelaskan bahwa alasan menerbitkan buku ini adalah karena sejak masih kuliah beliau sudah membaca buku Haekal ini versi penerbit lain. Hingga karena begitu cintanya beliau sangat ingin menerbitkan buku-buku yang mengupas tentang Nabi dan para sahabat, hingga dibentuklah Pustaka Akhlak.

Selanjutnya Prof. Azyumardi berbicara. Beliau banyak mengupas tentang kontroversi buku, latar belakang penulis disertai beberapa catatan beliau dari isi buku. Lebih kurang 20 – 30 menit Prof. Azyumardi memberikan penjelasan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Lebih kurang 4 peserta mengajukan pertanyaan menjelang 20 menit waktu berbuka.

Ada beberapa catatan yang dapat saya rangkum terkait bedah buku dan isi buku ini :

1. Penulisan buku ini sangat tidak mudah karena memerlukan riset dan waktu yang panjang

2. Buku ini menimbulkan kontroversi di Mesir karena Nabi Muhammad digambarkan terlalu TO HUMAN (sisi beliau sebagai manusia) tanpa disertai tulisan karomah dan mukjizat apa saja yang dimiliki Nabi sebagai manusia pilihan

3. Keunikan buku ini salah satunya tidak terdapat satupun ayat-ayat suci Alquran. Jika ada penjelasan dari Alquran hanya berupa tulisan latin/ terjemahan tanpa huruf Arab-nya

4. Buku ini ketika pertama kali diterbitkan langsung masuk jajaran buku best seller dengan jutaan eksemplar

5. Judul versi Arab buku ini adalah Hayat Muhammad

6. Buku ini dibuat untuk menangkis kaum orientalis yang banyak menyudutkan Nabi terkait Integritas, Perkawinan dan dakwah beliau

7. Bahasa buku mudah dipahami dan dicerna, bahkan oleh kaum awam sekalipun

8. Tidak ada skema/gambaran dalam tentang silsilah Nabi dan wilayah dakwah Nabi. Padahal di halaman 118 tercantum tulisan skema silsilah Nabi. Sebagai catatan, jika buku tentang sejarah sebaiknya juga disertakan silsilah, peta, atau gambar lain terkait isi buku. Hal ini tentu sangat memudahkan pembaca untuk lebih memahami isi buku tanpa harus mengerutkan kening membayangkan “kira-kira dimana ya tempatnya, bagaimana ya keadaannya waktu itu ? ”

9. Tidak ada tahun dalam daftar pustaka sehingga menyulitkan pembaca jika ingin mencari referensinya

10. Fisik buku sangat memuaskan. Dengan ketebalan mencapai 872 halaman dan softcover, jilid buku ini sangat kuat. Sampul buku menyegarkan dengan background perpaduan warna putih dan kuning, dengan tulisan warna coklat dan hitam.. Saya membolak-balik puluhan kali buku ini ketika membaca namun tidak ada satupun halaman yang terlepas.

Buku ini sangat saya rekomendasikan sebagai bagian dari bacaan dan isi perpustakaan keluarga Anda. Bahasa yang sangat mudah dicerna sangat memungkinkan bagi anak-anak usia SD – SMA membacanya.

Acara ditutup tepat saat azan maghrib. Dan yang menyenangkan dari setiap bedah buku OPMI bulan ramadhan adalah panitia sudah menyiapkan takjil untuk berbuka puasa ( jika bulan biasa, peserta biasanya mendapat merchandise dari penerbit atau sponsor). Aahhh benar-benar sangat dimanjakan ya pesertanya 🙂

* Saya menjadi salah satu peserta inti yang diberi buku gratis dari MI untuk dibaca terlebih dahulu. Pada waktu bedah buku, peserta inti inilah yang jadi tim diskusi khusus memberikan kritik dan saran terkait buku, sedangkan peserta umum biasanya menjadi peserta yang mengajukan pertanyaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: