rewind

Pernah merasakan bagaimana jika cinta bertepuk sebelah tangan? Pernah tahu nggak bagaimana perihnya hati ketika orang yang kita cintai diam, tidak merespon bahkan mencintai laki-laki lain? Kalau pernah merasakan berarti kamu setali tiga uang dengan aku, Max ( Morgan Oey). Pertemuan pertamaku dengan Laura (Pamela Bowie) akibat insiden tape recorder membuat Max langsung jatuh cinta. Laura yang cantik, pintar dan topi merahnya membuatku melabuhkan hati padanya. Aku jatuh cinta pada Laura?

Yupp, that’s right. Kami menjalani hari-hari belajar kami di Merlbourne dengan bahagia, kuajari Laura seni menata lampu (lighting) sesuai dengan jurusan kuliahku. Pernah kukatakan bahwa setiap aku melihat lampu maka aku selalu melihat Laura. Entahlah, Laura seperti menyatu dalam setiap desahan nafasku. Waktu seolah milik kami berdua hingga berita gembira itu datang. Aku lolos kualifikasi dan menjadi pemenang kontes lighting dengan konsekuensi harus belajar ke New York. OMG… semua teman-temanku bilang ini adalah kesempatan terbaik yang aku dapatkan sepanjang hidupku.

Benarkah ? Andai mereka tahu bahwa aku akan melepaskan kesempatan ini andaikan Laura yang memintaku untuk tetap tinggal di Melbourne. Untuk apa aku ke New York jika harus kehilangan cinta Laura? Tawaranku untuk membawanya serta ke New York ternyata mendapat respon diluar dugaan. Entahlah, aku bingung kenapa Laura bisa semarah itu? Jika mimpi bisa dilakukan bersama-sama, kenapa harus dilakukan sendirian?

Kutinggalkan Melbourne selama lima tahun namun lima tahun pula waktu yang mampu merubah Lauraku. Apa yang terjadi, kenapa Laura berubah? Siapa yang mampu merubah Laura menjadi sosok yang hampir tidak kukenal? Ingin kulindungi Laura dari hal-hal yang menyedihkan. Aku sangat mencintai Laura bahkan rela melakukan apapun demi cintaku padanya. Aku tak pernah ingin mundur dan akan setia menunggu kata “YA” dari bibirnya. Tapi, apakah Laura juga akan melakukan hal yang sama padaku? Akankah Laura kembali padaku seperti saat aku belum pergi ke New York? Atau justru aku harus kehilangan dia selamanya?

melbourne-007

Aku cinta Laura dan akan memperjuangkannya. Satu hal yang harus kamu tahu teman : kamu tidak bisa mencintai seseorang hanya dalam hati. Kamu harus memperjuangkannya setiap hari. Teman, kamu harus tahu sedalam apa perasaanku pada Laura. Kamu harus tahu bagaimana perjuangan batinku menetralisir perasaan dan egoku sebagai laki-laki. Kamu harus tahu bagaimana perngorbananku mendapatkan Lauraku yang “hilang”. AYOOO….ajak pasanganmu ke bioskop mulai tanggal 17 Noveber 2016 ya. Resapi setiap kalimat dan aksi kami. Lihat bagaimana aku, si Max yang ganteng dan pintar memperjuangkan cinta. Dan kamu harus belajar itu dariku, teman

* Film produksi Rapi Film dengan sutradara Danial Rifky ini saya rekomendasikan untuk kalian yang sedang memperjuangkan cinta, yang sedang mentok cintanya dan ingin menjadi pemenang. Lokasi syuting yang 80% ada di Melbourne ini banyak menampilkan pemandangan yang indah dan untuk yang belum perna ke Autralia bisa kalian nikmati untuk merasakan sensasi negeri Kangguru itu. Penulis naskah Haqi Ahmad cukup lihai menuliskan percakapan diselingi quote manis. Apresiasi buat Morgan Oey dan Pamela Bowie yang bisa menemukan cemistry-nya dalam film ini. Aurellie Moremans (Cee) dan Jovial Da Lopez (Evan) sebagai pemeran pembantu pria dan wanita mampu mengimbangi akting Pamela dan Morgan. Terima kasih untuk Rapi Film yang sudah memproduksi film dengan konflik yang cukup berbeda. Semoga penonton bisa mengambil intisari filmnya ya.

* Rekomendasi untuk penonton , sebelum menonton film ini dengarkan lagu : Yani (Nightingale(, Kenny G (Jasmine Flower) atau Davichi (Forgetting You) ya biar makin sipp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: