Pernahkan anda merasa stress, kepala nyut-nyutan, mata berkunang, muka pucat dan ditekuk, tak bergairah bicara, uring – uringan tanpa sebab yang jelas ? Itulah hidup teman.Hidup seperti jarum bandul, kadang naik kadang turun. Ada berbagai macam reaksi yang ditunjukkan orang. Ada yang meraung-raung, , merobek baju,  berguling-guling di tanah, atau cuma sekedar meneteskan airmata disertai isak tangis.  Semua itu mencerminkan sampai sejauh mana kedewasaan dan tingkat keimanan seseorang. Makin dewasa dan religius, makin bijaklah dia menyikapi segala macam persoalan. Semakin tinggi tingkat keimanan seseorang, tentu dia tak akan mencari solusi diluar untuk setiap jawaban dari permasalahanannya. Justru dia akan lebih menundukkan wajah, menitikkan airmata di hamparan sajadah dan mengadukan setiap perm salahan hidupnya. kenapa ? Karena dia tahu hanya ALLAH – lah tempat mengadu dan meminta. Allah tentu sudah mengukur sampai sejauh mana batas kemampuan kita kalau diberi satu jenis permasalahan. Tentu semua orang tahu, semakin tinggi tingkat keimanan seseorang, semakin berat masalah yang akan dihadapinya. Ibarat ” Bumbu ” dalam kehidupan, setiap manusia akan menemui permasalahan dalam perjalanan hidupnya. Tidak sedikit yang akhirnya stress, namun hal itu dapat dihindari dengan cara pengelolaan yang tepat dan bijak. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan :

1.  Berusaha menerima masalah dengan sabar dan lapang dada. Biasanya, reaksi awal ketika anda mendapatkan masalah adalah merasa tidak percaya bahwa masalah itu bisa benar-benar terjadi. Jika anda seperti itu, justru akan makin membuat masalah jadi semakin berat karena tanpa disadari energi anda akan terkuras memikirkan itu. Cobalah untuk bersikap santai, ikhlas, dan tidak panik. Selain pikiran jadi tenang, andapun akan lebih mudah mencari jalan keluarnya.

2.  Cari akar masalah. Minta bantuan rekan atau saudara bila anda tak mampu mengatasinya sendiri. Hal ini dapat mengurangi kegelisahan dan kekhawatiran anda.

3.  Uraikan masalah menjadi beberapa bagian , lalu selesaikan masalah tersebut secara bertahap.

4.  Setelah mengidentifikasi berbagai penyebabnya, konsentrasi anda akan lebih fokus. Jadi, setiap pecahan masalah sudah anda

5.  Ambil hikmahnya. Setiap masalah / kejadian pasti ada hikmah atau manfaat yang terkandung didalamnya. Tugas kitalah sebagai manusia mencoba merenung dan menelaah penyebab dan cara penyelesaiinya. Insya Allah, dengan bertafakur diri kita akan makin bersih dari noda – noda dan  kita makin bijak dalam menghadapi setiap masalah.

( To be Continued )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: