Passion (from the Latin patior, meaning to suffer or to endure) is an emotion of feeling very strongly about a person. Passion is an intense emotion compelling feeling, enthusiasm, or desire for anything. Passion often applies to lively or eager interest in or admiration for a proposal, cause, or activity or love.

hemmm, sudah beberapa minggu ini kata – kata itu selalu memenuhi pikiranku. Kata yang sering kubaca tapi kuanggap angin lalu. Waktu itu kupikir ngapain juga pusing – pusing mikirin passion, yang penting aku kan sudah kerja and dapat gaji tiap bulan yang dengan gaji itu aku bisa nutup kebutuhan sehari – hari , syukur – syukur bisa nabung, ya gak ? tapi..ternyata pemikiran itu salah, salah besar. baru kusadari sekarang kalau kerja di bidang yang  tidak sesuai dengan passion, hasilnya tidak maksimal. yang ada malah kerugian dari sisi waktu, usia, kinerja yang tidak maksimal, hati yang uring-uringan dan efek negatif lainnya.

Kerja 2 tahun sebagai sales, hemmm..itu bukan passionku. Sales itu kan harus smiling terus, supel, and harus berani malu .kalo aku? ramah sih ramah, tapi agak pendiam, smiling sih smiling, tapi kalo terus – terusan ya ndak bisa.lah kalo lagi ada masalah bagaimana? kepala mumet, wajah ditekuk kayak orang mau buang hajat, kalo ditanya jawabnya ketus..lah apa ndak lari semua itu pelanggan? pelanggan atau pembeli itu kan maunya diramahin, dipuji-puji, dirayu, mana bisa melakukan itu semua kalo kita ndak pintar – pintar bermuka dua? maksudnya bermuka dua itu bukan dalam arti negatif loh, tapi lebih ke usaha atau sikap agar  pikiran kalut yang ada di hati tidak terefleksi ke wajah..istilahnya, lain di hati lain di wajah. makanya aku salut sama orang – orang marketing atau sales yang berhasil, bisa banget ya mereka mengakomodir  hati dan tubuh mereka..salutttt…Aku aja yang sudah terjun 2 tahun jadi sales mesti belajar ..belajar dan belajar lagi..masih banyak ilmu marketing yang harus kupelajari. Semangat dalam diri sih stocknya banyak, tapi kadang kalo lagi ada masalah aku belum bisa sepenuhnya menetralisir hati dan badanku…masih suka uring-uringan..tapi semua itu perlu proses kan kalo mau jadi lebih baik?

Pindah kerja di tempat barupun, aku kurang cocok. lingkungan kantor yang penuh intrik dan gosip, saling bersilat lidah, saling mencerca bila ada orang yang membuat kesalahan, walau ada sisi positif yang tak mungkin aku pungkiri. Seorang teman pernah bertanya ” sebenarnya apa sih yang kamu cari ki ?”…aku terhenyak, aku nggak cari yang muluk – muluk kok. aku cuma mau kerja yang sesuai sama hatiku, tempat kerja yang tidak melarang karyawan melakukan ibadahnya, waktu kerja yang tidak sampai malam, waktu kerja yang bisa memberikan aku waktu antara rumah dan kantor, kalau sedang ada pameran buku atau kegiatan lain aku bisa datang. tapi, mana ada ya perusahaan yang kayak gitu? hehehehe…

Setelah melalui proses panjang, makan waktu bertahun-tahun, melalu perenungan diri aku sudah menemukan passionku. yah..passion yang sesuai dengan hati dan keinginan. aku kutu buku, kalau melihat buku rasanya seperti melihat emas berkilo-kilo…walau berhari – hari baca buku rasanya ikhlas aja tuh. kalau orang lain senang beli baju and pernak – perniknya cewek, kalo aku ? mending beli buku la yaw heheheh…

Proses pencarian passionku mencapai puncaknya waktu aku kenalan dengan seorang penulis Bandung. Cantik, pintar, pakai jilbab, and pernah kerja sebagai manager..hemmm.. perkenalan yang sangat – sangat aku syukuri. ngobrol banyak via YM beliau banyak memotivasi aku untuk menulis. bahkan aku pernah dapat fee dari proyek pertamaku dari beliau. Hasil dari tulisan pertamaku yang bahkan aku tidak menyangkanya. memang masih banyak kesalahan, tapi mbak Indari nggak pernah marah kalau aku bikin kesalahan. dia cuma ngasih wejangan kalau nulis aku harus begini, harus begitu. Dari beliau juga aku belajar bagaimana memanage waktu, bagaimana kita harus bekerja profesional walau kesibukan mendera.

‘ Skill itu kan bisa dipelajari ki, asal kamu mau belajar “. Itu kata – kata mbak Indari yang selalu aku ingat. tak henti-hentinya dia memotivasiku walau kadang untuk gaya bahasa aja aku masih terlalu kaku, imajinasiku kurang berkembang. heheheh…kadang sedih juga kenapa aku nggak bisa – bisa nulis. tapi setidaknya aku masih punya semangat untuk maju, ya nggak ?

Ingatanku melayang beberapa bulan silam kala mendapat proyek pertama dari mbak Indari. langsung 3 buku yang harus dikerjain. Alamak..senangnya bukan main, tanpa tedeng aling – aling segera kususun plan kapan harus ngerjain tulisan itu. Tapi aku kan kerja, kapan ada waktu? akhirnya kuputuskan pulang kerja langsung lari ke warnet dekat rumah. nggak pake acara mampir ke rumah dulu, nggak pake acara makan malam dulu, dari tempat kerja langsung tancap. ngerjain tulisan di warnet, searching data – data dan nggak terasa sudah jam 11 malam. Untung bapak setia jemput dengan motor, nunggu sampai aku selesai.

Akhirnya tulisan itu selesai and dapat fee..Alhamdulillah…bangganya hasil jerih payah tulisan pertamaku. kutularkan cerita manis itu pada keluarga dan mereka mendukung kegiatan nulisku. Bapak pernah bilang ,” bapak kan dari awal udah bilang, kamu itu kutu buku dan kamu punya bakat di bidang itu”. Terima kasih Bapak, mama, adekku dan mbak Indari. dari engkaulah aku menemukan jalanku walau proses yang harus kulalui masih sangat – sangat panjang. terima kasih karena engkau telah memberiku kesempatan dan kepercayaan. terima kasih karena engkaulah satu-satunya teman yang percaya kalau aku punya potensi menulis.

Sekarang aku sudah menemukan passionku. Walau jalan yang kulalui masih panjang, aku nggak akan putus asa mengejar impianku. Bisa nulis, nerbitin buku, punya toko buku sendiri..that’s my dream 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: