dsc_0068
Philips Gathering Lighting Week

“Setiap melihat lampu-lampu ini, aku selalu teringat kamu” – Film Melrbourne Rewind

Demikian kira-kira ucapan Max (Morgan Oey) pada kekasihnya, Laura (Pamela Bowie) ketika menunjukkan rangkaian lampu hias di kamarnya. Hebat ya, padahal hanya rangkaian lampu yang dibentuk sedemikian rupa dan langsung menyala hanya dengan teukan tangan. Kereeennn. Sebagai bloger film, waktu menonton film ini saya nggak ngeh, nggak mudeng, kepala saya nggak sampai mikir kenapa lampu bisa menyala hanya dengan tepukan tangan.

PIONIR LAMPU DUNIA

Dan pertanyaan itu terjawab ketika saya menghadiri undangan Blogger Community Gathering Philips Lighting Week, di Atrium Senayan City 19 November 2016. Philips sebagai pionir lampu dunia kali ini ingin memperkenalkan produk baru Philips Hue. Sebagai pionir merk lampu dunia, Philips sejak lama konsisten dan terus meningkatkan kualitas produknya. Sejarah Philips dimulai dari sebuah negara Eropa. Dengan dana dari ayahnya yang seorang bankir, Gerard Philips mendirikan perusahaan tahun 1891 di Eindhoven, Belanda. Namun beberapa tahun kemudian Philips hampir bangkrut, maka ditariklah adiknya, Anton Philips. Masuknya Anton kedalam perusahaan ternyata melahirkan ide-ide kreatif untuk marketing, walaupun dia lulusan insinyur.

Tidak hanya lampu, Philips juga mulai memproduksi alat rumah tangga dan kesehatan, seiring dengan derasnya permintaan konsumen. Pertumbuhan perusahaan yang pesat membuat Philips melebarkan sayap ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Dan kini Philips menempati urutan nomor satu untuk perusahaan lampu dengan merk yang paling dikenal oleh masyarakat.

PHILIPS HUE

Lampu menjadi sumber utama penerangan bagi rumah tangga, industri, perkantoran. Tentu kualitas menjadi pilihan pertama ketika pembeli memutuskan memilih sebuah merk. Pencahayaan yang baik tentu menjadi tujuan utama pelanggan. Karena itu Philips akhir tahun ini meluncurkan sebuah produk baru, yaitu Philips Hue. Sebuah terobosan terbaru bagaimana sebuah lampu semakin memudahkan hidup manusia, hanya dengan sekali sentuh. Penasaran, apa saja ya keunggulan Philips Hue ?

  1. Pencahayaan ; Philips Hue mampu mengubah bagaimana cahaya mampu memperindah ruangan, meningkatkan mood, dan mempermudah kegiatan sehari-hari.Kehidupan modern banyak mempengaruhi gaya hidup dan kesehatan mental manusia. Persaingan di dunia kerja dan pendidikan banyak menguras emosi dan tenaga. Apa yang paling diinginkan begitu sampai dirumah dengan ketika lelah mendera? Ya, sebuah tempat dengan pencahayaan yang tidak terlalu terang namun juga tidak terlalu redup. Pencahayaan yang mampu menetralisir perasaan menjadi lebih rileks. Dan Philips Hue mampu menstimulasi panca indera dan memberikan ketengan batin. Mengapa demikian? Karena Philips Hue mempunyai 16 juta warna, dan mengusung Perfect Digital Dimming, dimana Anda bisa mengontrol tingkat pencahayaan sesuai kebutuhan. Misal, cahaya ketika berkumpul bersama keluarga tentu berbeda ketika Anda akan tidur.
  2. Aplikasi  ; Dengan ekosistem seperti bohlam, pencahayaan dekoratif, strip LED, dan sistem pengontrol, membuat Anda bisa mengatur lampu melalui aplikasi, tablet, smartphone bahkan dengan suara Anda. Dari aplikasi pihak ketiga hingga wearable technology (teknologi yang dapat dikenakan). Philips Hue mempunyai perangkat lunak berbasis open source, dimana semua produk yang kompatibel dengan Philips Hue bisa digunakan bersama-sama.
  3. LUPA? Jangan Khawatir  ; Kehidupan serba cepat dan modern membuat orang melakukan apapun serba cepat. Kecepatan yang kadang membuyarkan konsentrasi meski semua hal atau pekerjaan sudah tercatat. Tak terhitung berangkat kerja sambil sarapan di jalan, pulang bekerja malam hari tapi lupa  menyalakan lampu depan rumah hingga gelap gulita. Atau bahkan yang sering terjadi lupa mematikan lampu hingga berakibat pada bengkaknya tagihan atau pemakaian listrik. Mengantisipasi penyakit lupa inilah Philips Hue hadir dengan sistem kontrol yang canggih. Anda bisa memasang aplikasi khusus di HP atau tablet Anda. Setting dengan jam kapan Anda menyalakan dan mematikan lampu.

Sebagaimana dikatakan oleh Ibu Indah Suzanti, selaku Product Marketing Home,”Philips Hue selain menghadirkan pencahayaan juga ingin menghadirkan kreativitas dan pengalaman baru. Era digital ini banyak yang bisa dioperasikan via smartphone. Pengen pergi bisa dengan ojek online atau belanja via onlineshop. Maka dari itu Philips hadir dengan pencahayan yang terhubung pada internet,”

Lain lagi pendapat Aryo Pratomo, seorang pengusaha tech yang suka vlogging,”Ruangan kerja adalah tempat yang sering dipakai untuk mencari inspirasi dan duit. Suasana sunset bisa dihadirkan untuk seluruh ruangan, bukan hanya orange saja. Bisa jingga, warna merah kekuningan hingga orange membentuk gradasi. Total ada 16 juta warna.”

MENULIS BERSAMA PHILIPS HUE

Sebagai penulis dan bloger, menulis dengan penerangan yang baik mutlak diperlukan. Konsentrasi yang cukup mutlak diperlukan mengingat ide tidak mudah muncul begitu saja. Kalau toh ide muncul, masih diperlukan beberapa faktor demi kenyamanan menulis. Bisa dibayangkan bagaimana ketika ide membuncah dan butuh untuk dituangkan, lampu redup seperti mati segan matipun tak mau. Karena ketika menulis dengan cahaya yang baik dan bisa membangkitkan imajinasi, tentu sangat menguntungkan bloger, bukan?

Emosi yang baik ketika menulis juga banyak dipengaruhi oleh suasana sekitar. Bagaimana ketika lampu Philips Hue dengan desain dan pencahayaan khusus banyak membantu seorang pekerja seni kata melahirkan karya yang indah. Bisa dibayangkan ketika demi sebuah karya tulisan, seorang pekerja kata harus memicingkan mata karena lampu yang tidak mendukung. Efeknya? Mood hilang, ide menguap, mata mudah lelah dan karyapun kurang maksimal. Saya percaya Philips Hue dengan 16 juta warnanya sangat mampu memancing ide brilian para bloger untuk berkarya dengan cerdas. Sebuah produk akan sukses manakala mampu memberikan efek luar biasa pada setiap orang untuk produktif dan selalu berfikir positif 😉

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: