Koleksi buku

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Waktu terus bergulir, menggilas kesibukan manusia yang tiada henti. Banyak yang lalai, banyak yang tak peduli, tak kurang pula yang berhasil namun penuh kekurangan. Waktu begitu cepat berlalu, belum lagi nafas terganti petang sudah menjelang. Jarum jam begitu cepat berputar, sedang tubuh lunglai belum bertenaga.

40 tahun sudah Allah memberiku kesempatan hidup dengan segala nikmat-Nya. 12 bulan x 40 tahun sudah seluruh tubuh ini menikmati udara dan melanglang buana menyusuri setiap jengkal tanah. Belajar berjalan, berlari, terjatuh dan bangkit lagi. berapa waktu yang sudah dihabiskan diri ini untuk belajar dan bertahan dari segala macam hantaman?

Tahun berganti angka dan huruf, namun sudahkah kita ikut berganti baju dengan yang lebih baik, untuk persiapan menjadi pribadi yang mumpuni? sebagian menjawab, ” Ya saya siap berubah dengan resolusi yang lebih menggeletarkan langit”, sebagian menjawab dengan lunglai, ” Saya hidup mengikuti air mengalir saja.” Mana yang akan Anda pilih, kalimat pertama atau kedua? Sebagian lagi-lagi menjawab dengan sedikit ragu dan meringis, seperempatnya diam karena bingung, dan sisanya terdiam, entah harus menjawab apa.

Tahun berganti tahun. Catatan resolusi menjelang awal tahun hanya tercatat rapi di buku agenda, di kertas yang ditempel di dinding, bahkan dalam note telepon genggam. Menggebu-gebu mewarnai dengan tinta warna-warni, namun apa daya itu hanya mampu bertahan satu dua bulan saja. Selebihnya? Entahlah, hanya cantik terlihat mata namun buruk dirasa karsa. Itulah ciri khas kita, manusia yang oenuh dengan naik turunnya iman dan kekuatan. Karena kita manusia, bukan Tuhan.

Aahhhh….kalender dan angka memang berganti, namun kita hanya mampu ber-euforia dengan kilatan kembang api dan hentakan musik dimana-mana. Kita serasa sudah siap menyambut tahun baru dengan sejuta semangat, namun di sudut hati kecil kita terselip pesimis, ” Akankah tahun baru membuatku menemukan apa yang kucari selama ini?”

Angka berganti setiap hari, waktu terus bergulir tanpa pernah membiarkan kita siap menerimanya atau tidak. Waktu hanya meninggalkan pesan ” Berlarilah atau kau mati.” Tahun baru dipenuhi deretan resolusi baru, dia pun berharap kita mengisi tahun ini dengan semua tindakan dan perkataan yang baik dan lebih banyak berbuat untuk orang banyak.

Tahun baru selalu menumbuhkan sukacita akan harapan dan doa yang terlaksana. Tugas kita menuliskan resolusi dengan sepenuh hati, dan biarkan Tuhan yang memerintah alam semesta mendukungnya. Aaamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: