Perempuan itu kalau disuruh ngeriung sambil ngerumpi memang paling jago..hehehe. Ngobrol ngalor-ngidul sampai akhirnya pada topik ” sawang sinawang alias saling melihat keadaan orang lain lebih WAH daripada keadaan sendiri”. Si A karirnya bagus, keluarga bahagia, rumah mobil ada, pokoknya sempurna deh. Si B rumahnya ngontrak, makan pas-pasan tapi keluarganya selalu tersenyum. Si C karir mantap, keluarga islami, rumah tangga aman. Padahal?

NOTHING FAMILY IN THE WORLD IS PERFECT, SAME WITH NOBODY IS PERFECT. Terselip rasa cemburu melihat keluarga lain yang bahagia, terselip iri melihat pasutri lain yang tidak pernah nampak kekurangan materi. Seribu satu macam perasaan berkecamuk akibat kebiasaan ini. Padahal bu/pak, dibalik tirai rumah lain selalu ada seribu satu macam persoalan. Nggak percaya? Coba deh cek satu-satu. Materi ada tapi buah hati autis, materi pas-pasan namun ada masalah dengan kakak/adik ipar, pasutri bahagia namun pasangan kurang disukai mertua, dll.

Tirai rumah berwarna hitam, putih atau warna-warni itu kadang penampakan dari luar saja. Di balik pintu, setiap keluarga pasti berjibaku dengan berbagai persoalan yang kadang tidak pernah kita sangka. Kadang justru persoalan berat menimpa orang-orang yang selama ini terlihat “perfect” di mata kita. Kenapa bisa terjadi? Karena hidup itu nggak ada yang sempurna. Karena sikap sawang sinawang ini, bu/pak membuat orang memandang hidup orang lain lebih wah daripada hidupnya sendiri. Rasa syukur menguap entah kemana. Efeknya berat kalau kita tidak segera menyadari. Kita tidak seimbang dan kadang tidak peka dengan berbagai macam persoalan di sekitar kita. Kita hanya melihat “WOW” tirai orang lain tapi melupakan tirai sendiri yang justru kadang lebih putih dari prasangka kita selama ini. Tanamkan dalam pikiran bahwa “setiap keluarga pasti punya kekurangan”. Jika sudah bisa memahami kalimat ini, Insya Allah cara pandang kita akan berubah lebih positif.

Silakan sawang sinawang, namun jadikan sebagai bahan intropeksi demi meningkatkan rasa syukur pada nikmat yang sudah Tuhan berikan. Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangannya. Sama seperti menciptakan keluarga yang satu berbeda dengan keluarga yang lain. Ini karena Tuhan senang dengan keindahan. Karena Tuhan ingin manusia belajar rendah hati dan bersyukur.

#SalamSejutaSemangat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: