bupati
Sambutan Bpk Bupati Pekalongan, Asip Kholidi

Alam dan manusia adalah satu kesatuan yang akan terikat sampai kapanpun. Batik salah satunya, sejak lama dikenal sebagai hasil kebudayaan Nusantara yang tiada duanya. Ciri khas kainnya, coraknya, dan filosofi dibalik setiap proses pembuatannya membuat batik bukan hanya sekedar kain biasa. Sebagai sebuah adikarya luhur dan agung, batik sejak lama sudah mengangkat nama  Indonesia umumnya dan kota Pekalongan khususnya. Pekalongan sebagai Kota Legenda Batik Nusantara menjadi saksi sebuah proses penyatuan hidup manusia dengan alam. Sentra batik terkenal sejak jaman Belanda membuat batik menjadi deru nafas hidup warganya. Namun, berapa banyak yang tahu tentang keindahan alam Pekalongan?

 

petung3
Gerbang Utama Petung Kriyono

Ya, Pekalongan kini sedang berbenah. Petung Kriyono, sebuah kawasan konservatif alam alami atau biasa disebut Ecowisata, kini menjadi sebuah alternatif wisata Pekalongan selain batik. Dibuka sejak tahun 2014, Petung Kriyono menjadi sebuah alternatif wisata alami yang bisa mengedukasi masyarakat untuk menghargai alam dan sekitarnya. Hamparan pepohonan dengan jalan yang landai dan berbelok khas pegunungan, menyambut peserta Amazing Explore Petung National 2017 yang diikuti oleh lebih kurang 80 orang peserta dari berbagai wilayah dan kategori. Pemerintah Kabupaten Pekalongan berinisiatif untuk memperkenalkan Petung Kriyono yang indah dan alami melalui program Explore Petung, yang dibuka oleh Bupati Asip Kholidi.

  1. Curug Sibedug
sibedug
Curug Sibedug

Perjalanan kami melewati Hitan Sokokembang, hutan dimana terdapat ratusan ribu spesies hewan langka seperti Elang Jawa, Lutung, dan Owa. Curug pertama dari serangkaian spot wisata ini terletak di Dusun Sokokembang Desa Kayupuring. Air terjun sebanyak dua buah ini terletak pada ketinggian 20 meter dan berada di pinggir jalan. Kami sempat melihat burung elang Jawa terbang dan dua ekor Owa di atas pohon. Setelah memotret beberapa titik, perjalanan kami lanjutkan ke Jembatan Sijimpit.

petung 2
Air Terjun Sibedug

 

  1. Jembatan Sijimpit
jembatan siingit
Jembatan Sipingit

Untuk menuju jembatan ini kami sempat melewati hutan, kawasan rumah penduduk di beberapa titik dengan jalanan yang masih berkelok.  Setelah melewati jalanan yang menurun, mobil kami akhirnya berhenti di jembatan ini. Air jernih dan dingin mengalir di kanan kiri jembatan yang dipenuhi bebatuan.

 

  1. Welo Asri
weloasri5
Welo Asri

Perjalanan cukup jauh untuk menuju titik Welo Asri ini. Namun semua terbayarkan dengan pemandangan yang indah. Dikelilingi oleh pepohonan tinggi, Welo Asri terdiri dari berbagai macam fasilitas untuk pengunjung. Bagi Anda penggemar olahraga air bisa memilih River Tubing, tracking, body rafting, pendakian dan pemancingan.

weloasri4
Taman Sungai  Welo River

Sedangkan bagi anak muda tersedia Pohon Selfie dan jembatan bambu dengan ornamen berbentuk LOVE  untuk memenuhi keinginan berfoto ria.

weloasri3

Di sebelah sisi rumah pohon terdapat bambu memanjang dengan ketinggian beberapa meter dari permukaan air. Silakan Anda duduk dengan posisi kaki menjuntai, Masya Allah pemandangannya begitu indah. Kali dengan bebatuan dan ceruk air di sebelah kiri yang lumayan dalam, di bagian atas timbuh subur pepohonan lebat. Adem rasanya duduk sejenak di atas jembatan bambu ini.

weloasri

Setelah mengambil beberapa objek, saya naik ke atas untuk sholat. Fasilitas di Welo Asri ini cukup lengkap karena tersedia ruang ibadah berbentuk bale bambu dan warung makanan. Untuk warung makanan ada yang cukup unik yaitu tingkat seperti pepohonan. Beberapa kawan sempat mengabadikan sepasang lutung yang ada di balik semak-semak pepohonan.

petung5
Air mancur

 

  1. Curug Bajing
bajing
Curug Bajing

Spot curug ini menurut saya paling istimewa. Masuk melalui pintu gerbang, mata langsung tertumbuk pada deretan beberapa warung tradisional. Masuk ke gerbang menuju spot, saya langsung menuju rumah pohon di sebelah kiri. Dengan ketinggian beberapa meter, saya langsung takjub dengan pemandangan di atas. Hamparan rumah penduduk berpadu dengan pegunungan dan warna hijau pepohonan. Rasanya maknyes berada di ketinggian tersebut.

bajing2
Rumah Pohon

Turun dari rumah pohon, saya kembali menyusuri jalan setapak menuju air terjun. Jalan tanah bebatuan dan naik turun lumayan membuat kaki berolahraga. Setelah dua kali berbelok dengan warung makan di sisi kanan, akhirnya saya sampai di titik inti Curug Bajing. Di sebelah kiri terdapat sebuah pendopo dari kayu dimana ternyata sedang berlangsung pameran mini. Beberapa kain batik tersampir di palang bambu, sedangkan di tengah pendopo terdapat dua orang model mengenakan batik sedang memperagakan cara membatik. Satu jam kemudian model berganti baju dan mengenakan batik dari Padepokan Batik H. Fallasuf.

petung9
Demo Batik
petung13
Pagelaran Batik oleh Padepokan Batik H.Fallasuf

Selesai dengan batik, saya meluncur ke bawah pada titik air terjun.  Terdapat rangkaian bambu berbentuk LOVE dengan posisi jurang dibawahnya. Bagi anak muda, tempat ini digunakan untuk berselfi ria. Mata saya kemudian beralih pada air terjun. Air terjunnya sangat indah dengan bebatuan besar. Terdapat sebuah warung makan dan mushola persis disamping air terjun. Sungguh unik ya karena pengunjung bisa menikmati suara air terjun sambil meminkmati hidangan ringan khas kampung. Bagi penggemar travelling, disuguhi pemandangan seperti ini pasti akan menimbulkan sensasi tersendiri.

petung12
Air Terjun Curug Bajing

Curug ini menyimpan banyak sejarah rupanya. Menurut penjelasan Pak Supriyadi dari Forkabis, curug ini awalnya dibangun atas dana dari swadaya masyarakat setempat. Menurut sejarah, curug Bajing ini awalnya adalah sebuah hutan luas yang biasa digunakan perampok ( Bajing dalam Bahasa Jawa) untuk bersembunyi. Hutan lebat di sebelah kanan dan bagian atas air terjun digunakan untuk tempat bersembunyi. Warga sekitar karena merasa kurang nyaman akhirnya memutuskan pindah ke bagian bawah, hingga sekarang. Curug ini sendiri hingga sekarang masih digunakan untuk ritual acara adat Jawa. Contohnya adalah Malam Satu Suro, dimana warga akan memotong kambing khsuus berbulu hitam dengan garis putih. Lebih kurang 3000 pengunjung memadati Curug Bajing pada malam satu suro ini.

 

  1. Curug Lawe
lawe5
Tarian Sambutan

Spot terakhir kami adalah Curug Lawe. Rombongan disambut dengan tari dan shalawatan dari komunitas tari Rampak Santri Al Fusha. Tak tahan dengan musik da kekompakannya, rombongan akhirnya ikut bergoyang dengan penari. Luar biasa.

lawe4
Payung Warna-Warni

Selesai penyambutan mata langsung tertumbuk pada payung kecil warna-warni yang tergantung di antara pepohonan. Beberapa meter ke depan belok kanan, terdapat mushola dengan pancuran untuk berwudhu. Melangkahkan kaki ke atas mata disuguhi pemandangan aneka warna. Payung warna-warni, ayunan kain yang disematkan diantara pepohonan dan beberapa fasilitas yang bisa digunakan untuk berfoto.  Turun ke bawah terdapat curug yang indah namun sayang karena waktu tidak memungkinkan kami untuk melihatnya. Semoga lain waktu dapat kembali lagi ya.

lawe3

Inisiatif PemKab Pekalongan meningkatkan pariwisata EcoPark, patut diacungi jempol, Walau masih baru namun di lapangan sudah terlihat koordinasi antara PemKot, Forkabis dan warga sekitar sudah terjalin baik. Ke depannya Pekalongan diharapkan bisa membuat terobosan pariwisata dengan memadukan Ecowisata dan batik. Mungkin bisa dalam bentuk pagelaran batik nasional di beberapa curug dengan mengundang tamu perwakilan dari beberapa daerah dan negara luar.

Salam Gayeng Jateng, sukses selalu untuk Pekalongan.

One thought on “SENYUM RAJA DI TANAH LEGENDA BATIK NUSANTARA”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: