Tak pernah terdengar tapi ada. Tak pernah ada tapi selalu terdengar. Kepak sayapmu mengembang seiring ayunan tubuhmu. Kau ada kala kutiada. Kau terdengar kala kuterdiam. Kepak sayapmu mengembang kala kubahagia, tapi luruh kala sedih tiada tara. 

           Tak pernah lelah kau terbang ke awan, menukik, menari dan menari. Matahari mengerjap kala semburat jingga di ujung pelana. Denting gerimis terdengar bagai alunan melodi, kilat menyambar bagai lampu kehidupan.

            Kemilau pelangi diujung senja mengiringimu keperaduan. Awan mendung pergi tuk memberimu ketenangan. Senja itu temaram. Kegelapan itu kehidupan.

            Jejak adalah rekam. Rekam terbalut pusaran angin. Kepak sayapmu menjauh, tertatih-tatih  menari di atas awan dibawah naungan temaram senja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: