Setiap orang tumbuh dengan latar belakang yang berbeda. Pendidikan yang diterima, baik formal maupun informal. Pendidikan di lembaga pendidikan, pola asuh orang tua dan keluarga, serta mental dasar seseorang yang ada sejak lahir ternyata sangat mempengaruhi bagaimana seseorang menilai sesuatu. Dan ternyata, semua apa yang diterima itulah yang akan dikeluarkan menjadi sebuah pendapat. Bagaimana bisa?

Begini, seseorang mendapat pengalaman hidupnya, baik lisan maupun tulisan berdasarkan apa yang ditangkap oleh panca inderanya. Apa yang ditangkap telinga, akan masuk ke dalam alam bawah sadar. Apa yang dirasakan oleh kulit, akan langsung terasa masuk ke aliran darah, masuk ke otak dan tersimpan di memori. Kumpulan suara dan pembicaraan yang terkumpul bertahun-tahun akan mengendap dan muncul ketika pelaku berada dalam kondisi tertentu.

Contoh 1 : kita terlibat dalam sebuah diskusi grup yang tengah membahas tema “BEKERJA atau WIRAUSAHA”. Setiap anggota tentu akan mengemukakan opininya yang beraneka ragam. Ada yang memilih bekerja dengan alasan aman setiap bulannya karena ada gaji bulanan. Tidak pusing memikirkan untung rugi atau bangkrut. Lain lagi bagi anggota yang memilih wirausaha. Mempunyai bisnis sendiri dianggap memimiliki keuntungan lebih dibandingkan menjadi karyawan. Bisa mengatur waktu, kesempatan menjadi bos, belajar manajemen, jaringan bisnis lebih luas serta kesempatan menjadi pengusaha sukses.

Contoh 2 : Seorang lelaki memiliki istri yang menurut orang lain dari sisi fisik biasa saja, bahkan terlalu biasa. Demikian pula sebaliknya, sang suami pun biasa saja dari sisi fisik. Namun, masing-masing memiliki pendapat mengapa pasangannya adalah yang terbaik. Pendapat yang mungkin bagi orang lain harus mengeryitkan dahi karena bingung, dimana letak kelebihan mereka masing-masing. Mengapa bisa demikian?

SUDUT PANDANG

Ya, benar. Sudut pandang yang membuat orang memiliki pendapat dan penilaian yang seringkali berbeda dengan orang lain. Pendapat yang muncul karena proses lintasan peristiwa dan pengalaman hidup. Pendapat yang muncul karena bercampurnya perasaan takut, senang, sedih, khawatir, trauma dan lain-lain. Ketakutan seorang karyawan pindah kuadran menjadi seorang pengusaha, tentu punya alasan. Mungkin dalam satu periode hidupnya pernah mengalami ketakutan karena kekurangan uang, bangkrut hingga memutuskan hanya ingin menjadi karyawan. Si pengusaha juga demikian. Barangkali ada masa dimana pernah mengalami kekecewaan dalam pekerjaan sehingga keputusan menjadi seorang pebisnis adalah jalan terbaik.

Sudut pandang pula yang membuat seorang suami menilai bahwa istrinya adalah yang terbaik. Demikian pula dengan sang istri, bahwa hanya suaminyalah laki-laki terganteng dalam hidupnya. Ketika terjadi sebuah silang pendapat pada pasutri, pertengkaran akan menjadi solusi jika terjadi perbedaan sudut pandang. Namun sebaliknya, akan terasa tenang saja jika sudut pandang masing-masing terkondisikan dalam keadaan baik dan sama.

Sudut pandang yang membuat seseorang bijak menilai sebuah perkara, walau berseberangan dengan pendapat umum. Sudut pandang yang membuat seseorang mudah memaafkan, walau terkadang hidup tidak berpihak padanya. Sudut pandang yang membuat seseorang menjadi jahat, walau hati kecilnya tidak mengijinkan. Sudut pandang pula yang membuat seseorang berani melangkah, walau resiko di depan mata.

Untuk itulah, sudut pandang yang tertata dengan baik, diberi nutrisi yang baik, akan membuat seseorang mampu melihat sebuah permasalahan dengan bijak. Walau huru-hara situasi sekitar sedang kurang menyehatkan, sudut pandang yang bijak akan menjaga seseorang tetap tenang. Sudut pandang yang positif menjaga seseorang tetap berfikir positif walau sedang dalam keadaan tidak mendukung. Untuk itulah tetap jaga agar sudut pandang berada dalam koridor positif. Bukan untuk orang lain, namun demi kesehatan jiwa kita sendiri. Bagaimana bila terlanjut mempunya sudut pandang yang selalu negatif? Yukk kita mulai belajar berbenah diri agar kita menjadi pribadi yang bisa naik kelas, menuju level manusia-manusia pilihan dengan jiwa yang selallu berfikir positif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: