Super Didi

Kamu belum jadi lelaki sejati, kalau cuma kasih materi tapi nggak dekat dengan buah hati

Yess, ini film yang sudah lama saya tunggu. Film yang lain daripada yang lain.  Film yang diangkat dari kisah nyata yang menggambarkan bagaimana seorang ayah urban jaman modern harus dekat dengan buah hati. Bagaimana ketika kedekatan seorang ayah dengan buah hatinya terjalin lewat tindakan kecil yang selama ini tidak terpikirkan. Pameo yang selama ini berlaku bahwa mengurus dan menjaga anak-anak adalah tugas seorang ibu, dipatahkan dalam film besutan duet sutradara perempuan, Hadrah Daeng Ratu dan Adis Kayl Yurahmah. Hadrah berhasil mengarahkan pemain cilik …

Masyarakat urban yang identik dengan hidup modern dan serba cepat memaksa pasangan suami istri Arka ( Vino G.Bastian) harus berganti peran dengan Vina ( Karina Nadila) yang harus pergi selama dua minggu keluar negeri. Ini adalah gambaran nyata masyarakat perkotaan, suami istri bekerja dan terkadang urusan anak diserahkan pada ART dan Baby Sitter. Urusan anak yang selama ini dipegang ibu, menjadi momok yang menakutkan bagi seorang ayah. Mengganti celana dan baju yang kotor, membilas kotoran ketika BAB, membersihkan ceceran bekas makanan dan minuman yang tumpah, belum lagi anak yang bertengkar atau berebut mainan.

didi2

Seorang ayah tetaplah laki-laki yang terbiasa mengurus pekerjaan maskulin. Ketika akhirnya bersentuhan dan terjun langsung dengan urusan domestik, kadang menimbulkan kejadian lucu dan menggemaskan. Pernah terbayangkan bagaimana seorang suami harus datang ke arisan sosialita menggantikan istri? Pernah melihat bagaimana seorang suami yang di satu sisi harus mengerjakan tugas. Yang pasti timbul wajah bingung dan sikap kaku, kan?

Ayah urban sejati tidak hanya memberi materi, namun harus mampu mendekatkan hati dan kesehariannya pada buah hati. Selain masalah kantor, seorang ayah juga harus bisa menggantikan peran istri. Bermain dengan anak adalah proses mengajari anak belajar sportif, proses seorang ayah belajar mengamati pertumbuhan anak, mulai dari belajar bicara, mengasah motoriknya, belajar menularkan sisi maskulin laki-laki agar anak mampu mengambil sisi kuat seorang ayah, sisi tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Seorang ibu mengajari sisi feminim untuk belajar kelembutan, seorang ayah mengajarkan kekuatan dan tanggung jawab.

didi3

Film yang identik dengan kemewahan, tidak ditampilkan terlalu banyak oleh Hadrah dan Adis sebagai sutradara. Kekuatan film justru terletak pada akting polos Anjanique Renney dan Aviela Reyna. Improvisasi banyak ditampilkan oleh dua anak ini, lewat diskusi dan akting di luar naskah. Sikap polos anak kecil benar-benar keluar seolah mereka tidak sedang syuting. Dan tentu saja kesabaran plus karena syuting mengikuti mood mereka. Akting Vino yang baru pertama kalinya menangis dalam film ini, pasti membuat penggemar terkejut. BRAVO Vino.

Didi

Produser Reymund Levy tergolong berani. Film pertama dari rumah produksi Muti Didi Film ini adalah pilot project. Mengangkat tema keluarga tentu berbeda dengan mengangkat tema percintaan. Namun, pesan moral yang ingin diangkat dalam film ini lebih diandalkan daripada yang lain. Bagaimana film ini mengajak keluarga, terutama ayah untuk mau turun tangan mengasuh buah hati. Bagaimana seorang ayah harus mau masuk menjadi PEMBAJAK, Perkumpulan Bapak Penjaga Anak.

Jangan pernah memberi waktu sisa pada anak, karena mereka adalah tanggung jawab dan amanah dari Tuhan. Karena jadi ayah itu, SERU.

Ajak keluarga menonton film ini sebagai persembahan kasih dan sayang Anda pada keluarga tanggal 21 April 2016 ya.

Salam KOPI, demi film Indonesia.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: