Matahati

Note : Petikan cerpen      Kata – kata itu terngiang kembali di telingaku. kata yang singkat namun berat untuk dirasakan. kata yang tak ingin kudengar, namun selalu mengiringi kemanapun kaki ini melangkah. Kepala penat dan hati tercabik karenanya. Kepala tertunduk malu, hati berdesir bak pasir di pantai. Apalagi yang harus kulakukan tuk menutup mulut-mulut yang kelaparan itu? yang haus darah dan derita orang? apakah aku…