Image
Judul                    : THE LAST SECRET OF THE TEMPLE
Penulis                  : Paul Sussman
Kategori serial        : AlvabetSastra
Penerjemah           : Ratih Ramelan
Editor                   : Siti Aisyah
Cetakan                : I, Maret 2008; II Juni 2008; III, Januari 2010
Ukuran                 : 12,5 x 20 cm
Tebal                    : 608 halaman
ISBN                    : 978-979-3064-56-7
Harga                   : Rp. 69.900,-

“Bacaan cerdas menandingi The Da Vinci Code. … penuh teka-teki arkeologis.”—Independent

“Dibandingkan karya terhebat Dan Brown sekalipun, novel brilian Paul Sussman ini jauh lebih hebat.”—James Rollins, penulis karya bestseller versi New York Times

“Tidak hanya beralur kuat, kaya observasi, dan thriller yang merangsang pikiran, tetapi juga sangat menyentuh jiwa.”—Raymond Khoury, penulis The Last Templar

“Novel Paul Sussman ini tidak hanya menawan, tapi juga menegangkan serta memberi harapan bagi kehidupan Timur Tengah yang memilukan.”—William Dietrich, penulis Napoleon’s Pyramids

“The Last Secret of the Temple adalah novel detektif yang brilian. … Paul sanggup mengelola sesuatu yang tak mungkin: misi penyelidikan penuh arti—di mana tokoh-tokohnya seolah benar-benar nyata dan hidup….”—Katherine Neville, penulis The Eight

“Ambisius, petualangan berskala besar…. Riset kritis Sussman dalam setting cerita membuat segalanya masuk akal, dan alur cerita yang terentang ribuan tahun menjadi latar belakang penuh warna bagi berbagai kesulitan yang dialami para pelaku utamanya.”—Good Book Guide

“Sebuah petualangan yang menggairahkan dan menyenangkan berlatar kondisi politik Timur Tengah dewasa ini yang suram dan tidak tenang.”—Jewish Chronicle

“Sangat membuat penasaran… kisah yang tidak biasa dan membangkitkan minat.”—Western Daily Press

***** 

THE INTERNATIONAL BESTSELLER

TELAH DITERJEMAHKAN KE DALAM 29 BAHASA DI 30 NEGARA

Yerusalem, 70 M. Tatkala pasukan Roma menyerbu Kuil Suci, seorang pendeta mengungkapkan sebuah rahasia kepada seorang bocah lelaki, bahwa dia mesti berhati-hati dengan hidupnya…

Jerman selatan, Desember 1944. Enam tawanan berbadan kerempeng menyeret sebuah peti misterius ke dalam bekas area pertambangan. Mereka juga mempertaruhkan hidupnya demi menjaga suatu rahasia: pembunuhan oleh tentara Nazi…

Mesir, Lembah Para Raja, era kini. Seorang arkeolog Belanda ditemukan tewas di Malqata, sebuah situs arkeologis di tepi barat Sungai Nil. Inspektur Yusuf Khalifa dari kepolisian Luxor segera teringat dan kemudian menghubungkannya dengan kasus pembunuhan sadis terhadap seorang perempuan Israel, Hannah Schlegel, di Karnak tiga belas tahun silam. Kendati ditentang atasannya, Inspektur Khalifa akhirnya membuka kembali kasus ini. Dan untuk menyelidikinya, dia bekerja sama dengan polisi Yerusalem, Arieh Ben Roi. Berdasarkan informasi rahasia dari seorang jurnalis Palestina, mereka segera sadar bahwa identitas pembunuh Schlegel terkait misteri di seputar harta karun kuno yang diselundupkan ke kastil Castelombres di Prancis, serta terkait situs pengikut Nazi di masa lampau.

Dari kota Yerusalem kuno, Perang Salib, dan manuskrip abad pertengahan berhuruf sandi hingga Holocaust, harta karun Nazi, dan berbagai peristiwa pembunuhan di masa kini, The Last Secret of the Temple adalah kisah petualangan mendebarkan yang berusaha menyibak riwayat perebutan tanah suci tiga agama.

***** 

Setelah meninggalkan Cambridge University, Paul Sussman berkeliling dunia selama tiga tahun. Semasa itu dia bekerja sebagai penggali kuburan, tukang bangunan, dan penjaja deterjen. Pada 1991, dia kembali ke Inggris dan turut mendirikan majalah The Big Issue. Sejak itulah Paul menekuni dunia kewartawanan. Pria yang pernah dinominasikan Periodical Publishers Association menjadi kolomnis Inggris 1997 ini mememiliki seabrek pengalaman sebagai wartawan lepas, antara lain di The Daily Telegraph, The Daily Express, The Evening Standard, dan The Sunday Herald.

Selain menulis, Paul juga memiliki kegemaran utama di bidang arkeologi. Dia pernah terlibat dalam sejumlah penggalian, dan selama tiga tahun terakhir, ia menghabiskan masa Oktober dan November di Lembah Para Raja, Mesir, sebagai petugas pencatat harian untuk The Amarna Royal Tombs Project. Kini, dia tinggal bersama istrinya di London sembari terus menulis feature untuk CNN.com biro Eropa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: