Image

Judul Buku  : The Leadership Secrets of Genghis Khan
ISBN           : 978-979-18673-4-4
Penulis        : John Man
Penerbit      : Azkia Publisher ( Kel.Pustaka Alvabet)
Halaman     : 264
Harga         : Rp 65.000

THE LEADERSHIP SECRETS OF GENGHIS KHAN
21 PELAJARAN KEPEMIMPINAN
DARI SANG PENAKLUK PALING GEMILANG DALAM SEJARAH
JOHN MAN
 
SINOPSIS

Jenghis Khan diakui sebagai pemimpin terbesar yang pernah ada. Semasa remaja, ia menjadi orang buangan, melarikan diri dari musuh-musuhnya dan bersembunyi di sebuah gunung di Mongolia utara. Seorang asing, seorang yang tak berarti. Namun, Jenghis hanya butuh dua puluh tahun untuk membangun kekaisaran darat terbesar dalam sejarah: empat kali ukuran wilayah kekuasaan Alexander Agung, dua kali ukuran kekuasaan Romawi. Bagaimana dia melakukannya? Pelajaran apa yang terungkap dari kehidupannya mengenai kepemimpinan? Apa yang dimaksud dengan “kebesaran” dalam kepemimpinan? Sifat apa saja yang melekat dalam diri Jenghis Khan? Mungkinkah sifat-sifat itu diterapkan di masa dan tempat berbeda—di sini dan saat ini?
John Man mempelajari kehidupan Jenghis Khan untuk menemukan kualitas, karakter, dan strategi yang membuat dia menjadi pemimpin besar. Jawabannya kadang mencengangkan. Jauh dari sekadar menjadi tiran sebagaimana tergambar dalam sejarah, Jenghis Khan merupakan sosok pemimpin yang memiliki visi kemodernan luar biasa. Banyak dari rahasia keberhasilannya berguna dalam dunia bisnis kompetitif saat ini, sebagaimana rahasia itu berhasil mengerahkan dan mempersatukan bangsa Mongol di masa lalu.
 “[Jenghis] memiliki banyak kualitas seorang eksekutif modern. Ia menggabungkan secara agresif orang-orang, proses, dan teknologi, baik dalam strategi maupun eksekusi.”Star Tribune
“Kebangkitan Jenghis Khan yang tak terelakkan dari pemuda buta huruf menjadi penguasa ‘kekaisaran daratan terbesar dalam sejarah’ mengajarkan kita banyak hal.”The Observer
 
PENULIS
JohnMan, bermukim di London, adalah sejarawan dan travelwriter dengan minat khusus ihwal Mongolia. Setelah menyelesaikan studi mengenai Jerman dan Prancis di Oxford, ia mengambil dua program sekolah pascasarjana: kajian sejarah sains di Oxford dan studi bangsa Mongol pada School of Oriental and African Studies di London.Karyanya, Gobi:Tracking the Desert,adalah buku pertama tentang topik tersebut sejak 1920-an. Ia juga pengarang Atlas of the Year 1000, sebuah potret dunia pada pergantian milenium; AlphaBeta, tentang awal mula alfabet; dan TheGutenberg Revolution, sebuah telaah tentang asal-usul dan dampak percetakan.
Selain itu, John menulis pula Genghis Khan, Kublai Khan, dan Attila the Hun—ketiganya buku mengenai biografi tokoh legendaris dalam sejarah kekaisaran kuno.
Berkat karya-karya itu, John Man dengan cepat menjadi salah satu sejarawan dunia yang tulisannya paling banyak dibaca orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: