Image

Siapakah wanita ?Wanita adalah wanita, karena ia bukan pria. Wanita adalah wanita, karena ia berbeda dengan pria. Bagi seorang bayi, ia adalah seseorang yang biasa mengganti popoknya. Yang menyuapi di kala timbul rasa lapar. Yang mengajak tertawa di kala sedih kepanasan, karena ia adalah ibunya.

Siapakah wanita ?

Bagi seorang anak ia adalah seorang yang telah melatih berbicara. Ia tersenyum renyah ketika melihat di anak memperlihatkan kebiasaannya. I aterpekik menghardik ketika melihat si anakmengganggu adik. Karena ia adalah ibunya, yang telah merelakan dirinya untuk tempat bermukim selama 9 bulan 10 hari. Yang mengasuh, menjaga, merawat anak dengan penuh kasih sayang.

Sebegitu saja peran seorang wanita, seorang ibu? Membesarkan anak, menjaga anak, bermesem-mesem terhadap anak? Tidak, tidak cukup. Demikian kira-kira yang bergolak dalam benak seorang wanita bernama Kartini. Si bayi memang menjerit, Ibu, aku tidak cukup hanya diberi air susumu, Si anak memberontak, aku tidak mau hanya memperoleh sejuta belaian. Aku mau lebih dari itu, aku mau lebih dari itu. Dan Kartini telah menguak jalan :

Hei wanita, ikutlah aku,

Membacalah, menulislah, belajarlah dan Engkau harus mampu menciptakan lingkungan hidup sebaik-baiknya buat anak-anakmu, buat masyarakatmu.

Siapakah wanita ? Iakah sumber kenikmatan bagi seorang suami ?

Siapakah wanita ? Iakah pabrik anak dalam keluarga ? Iakah babu perlente, pelayan intelek bagi seorang suami? Iakah boneka antik pemuas pandang bagi suami ?

Tidak, tidak, berontak Kartini.

Wahai wanita, nilaimu bukan itu. Harkatmu lebih dari itu. Engkau bisa lebih dari itu. Keluarlah dari belenggu yang mengikat dan menjadikan engkau picik.

Wahai wanita, jerit Kartini.

Engkau harus bisa menjadi pasangan pemikir buat suamimu. Belajarlah, tempuhlah pendidikan, pupuklah ilmu, dan engkau harus bisa hidup bahu membahu dengan para pria.

Siapakah wanita ?

Wanita memang bukan pria dan tidak pernah mau jadi pria. Memang tidak perlu itu, karena kodratnya wanita punya rahim dan pria punya kumis. Wanita adalah sebagaimana diidamkan oleh Kartini. Kartini telah menguak jalan. Kartini tentu berharap : Berjuta lagi Kartini sudah dan akan dilahirkan di Indonesia.

Jakarta, April 1979.

Dr.Singgih D. Gunarsa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: