life

Ketika anak  mencorat-coret tembok, kita marah dengan alasan kebersihan. Ketika anak mengacak-acak isi rumah, kita menuding mereka tidak tahu kerapihan. Ketika mereka menangis histeris, kita menghardik dengan alasan malu degan orang lain. Mama, ayah, guru atau siapapun, anak itu terlahir sempurna dan istimewa. Yang membuat mereka terlihat tidak sempurna dan istimewa adalah karena cara pandang atau persepsi kita. Karena terlalu banyak target yang ingin dicapai, padahal anak adalah mahkluk hidup yang punya rasa, bukan komputer yang bisa diprogram sesuai keinginan kita. Kita menuntut anak untuk sempurna, apakah kita sebagai orangtua sudah layak menyandang predikat sempurna?

life5

Wonderful Life membuka mata hati kita, bahwa selama ini kita salah. Wonderful Life membuka mata kita, setiap anak itu istimewa dengan kelebihan dan kekurangannya. Wonderful Life menyadarkan kita, bahwa anak itu bukan tiruan kita. Mereka adalah mereka dengan berjuta-juta keistimewaannya. Wonderful Life ingin kita menghargai anak, sebagaimana kita ingin dihargai anak juga.

Wonderful Life adalah debut pertama Rio Dewanto sebagai produser. Tema sederhana namun sarat makna dan pelajaran ini mampu ditangkap Rio sebagai sesuatu yang layak diangkat ke layar lebar. ” Ketika membaca bukunya, kesan saya adalah Amalia ini orang yang EGO-nya besar. Apa-apa harus sesuai rencana. Kita tidak bisa memasukkan semua cerita ke dalam film, namun saya yakin semua yang harus diketahui penonton tentang anak disleksia sudah ada dalam film ini,’ demikian penjelasan Rio dalam sesi wawancara acara nobar bersama Blogger, media dan Sariayu. Film ini makin terlihat menawan dengan dukungan soundtracknya. Musik dengan beat lumayan tinggi, membuat gairah saya sebagai penonton ikut terpacu. Kolaborasi cantik antara Visinema, Creative & Co, Sariayu dan Toyota menghasilkan film yang luar luar biasa.

life3

Amalia (Atikah Hasiloan) adalah gambaran wanita karir perkotaan yang sukses, yang sangat detil dan terencana apapun yang dilakukannya. Apa yang dia lakukan di kantor, ingin diterapkan pada Aqil (Sinyo), anak semata wayangnya. Tapi Amalia salah, Aqil tetaplah Aqil yang punya sisi kelebihan dan kekurangannya. Ketika Aqil memiliki kekurangan sebagai anak penyandang DISLEKSIA, Amalia lupa bahwa Tuhan sebenarnya sedang mengajari Amalia untuk banyak bersyukur dan sabar. Amalia harus berjuang untuk sadar dan menerima kelebihan Aqil dibanding anak normal lainnya. Perjalanan keluar kota bersama Aqil, dan kejadian selama dalam perjalanan, menyuguhkan sesuatu yang lain. Apakah Amalia berhasil menerima kelebihan Aqil? Bagaimana kelanjutan pendidikan Aqil, apa keputusan yang diambil Amalia demi kebaikan Aqil? Apa prestasi Aqil yang akhirnya membuat Amalia sadar dan Aqil bisa menjadi dirinya sendiri?

Cantik itu bukan dinilai hanya dari fisik, namun juga hati. Cantik itu berani melakukan hal kecil yang memberi perbedaan positif untuk orangtua, anak dan lingkungan sekitar. Buat perubahan dan Be Wonderful

One thought on “Wonderful Life : Maafkan Ummi, Nak”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: