Image

”Kisah  luar biasa tentang cinta, kebebasan, keberanian dan cita-cita.”–PRESS DEPARTEMENT, Jerman

”Cara pandang yang sangat berani dan berbeda dalam menyibak tabir kehidupan rakyat Afghanistan.”—PANDORA, Australia

Ketika Samira dilahirkan, ayahnya  merasa sangat kecewa.

Sang Ayah, mengharapkan kelahiran seorang anak lelaki yang kelak dapat menjadi penggantinya. Ayah Samira merasa malu dan gagal menjadi seorang lelaki sejati. Untuk itu ia memutuskan mendidik Samira sebagai lelaki. Dan tumbuhlah Samira sebagai Samir.  

Kesalahan identitas menjadikan hidup Samira kian kompleks. Kerumitan semakin bertambah saat Samira menginjak usia dewasa. Dan ketika Samira merasakan gelora asmara, ia dihadapkan pada dua pilihan memilukan: ia ingin hidup sebagai istri Bashir, namun untuk itu ia harus mengkhianati keluarganya, dengan mengungkapkan identitas aslinya bahwa Samira adalah seorang perempuan, dan dengan demikian, mengorbankan kebebasannya…

Cerita  yang dahsyat, tentang pergulatan nasib gadis Afghanistan yang mengikuti kata hatinya  dan mencari eksistensi  di tengah dominasi dunia maskulin. Kisah cinta yang diwarnai kegetiran hidup dan keberanian seorang perempuan yang berjuang demi menemukan jalan hidupnya sendiri.

   
   

 

 
   

One thought on “Samira dan Samir”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: